Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, 5.900 Kendaraan Per Jam Padati Tol Cikampek

- Jumat, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, 5.900 Kendaraan Per Jam Padati Tol Cikampek

PARADAPOS.COM - Arus balik mudik Lebaran 2026 memuncak pada H 6, Jumat (27 Maret 2026), dengan Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) di Karawang, Jawa Barat, menjadi titik terpadat. Lonjakan lalu lintas menuju Jakarta tercatat mencapai 5.900 kendaraan per jam pada sore hari, didorong oleh pemberlakuan diskon tarif tol 30 persen dan rekayasa lalu lintas one way di ruas tol Trans-Jawa.

Puncak Kepadatan di Sore Hari

Kondisi lalu lintas di GT Cikatama mulai mengental sejak pagi dan mencapai puncaknya pada rentang waktu sore hingga petang. Data per jam yang dipantau oleh operator tol menunjukkan angka yang signifikan, terutama ketika arus kendaraan dari berbagai daerah berkumpul menuju ibu kota.

Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, memberikan konfirmasi langsung dari lokasi. "Kita lihat lalu lintas per jam di jam 4-5 sore itu sudah mencapai 5.900. Itu adalah lalin tertinggi per jamnya selama hari ini, sehingga memang terlihat ada lonjakan kepadatan di depan gerbang-gerbang," ujarnya dalam temu media di Kantor Jasamarga GT Cikatama, Jumat malam.

Dampak Diskon Tol dan Rekayasa Lalin

Lonjakan volume kendaraan ini tidak terlepas dari dua faktor utama. Pertama, kebijakan diskon tarif tol sebesar 30 persen untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung (Batang-Semarang) menuju GT Cikampek Utama yang berlaku pada 26-27 Maret. Kebijakan ini langsung disambut antusias oleh para pemudik.

Ria Marlinda Paallo turut mengapresiasi respons masyarakat. "Kami mengapresiasi luar biasa kepada pengguna jalan untuk dapat memanfaatkan potongan tarif tol 30 persen. Terlihat antusias shift 1 mencapai 26.000, dan sampai jam 6 sore itu sudah 54.000 kendaraan, belum (termasuk) shift 3. Memang lonjakannya cukup tinggi untuk hari ini," tuturnya.

Faktor kedua adalah penerapan rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri. Sistem one way tahap dua presisi diterapkan dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama, yang diimbangi dengan contraflow dari KM 70 ke KM 47 menuju Jakarta. Langkah ini, meski diperlukan untuk mengurai kepadatan, turut mempengaruhi distribusi kendaraan.

Antisipasi dan Penyesuaian di Lapangan

Penerapan rekayasa lalu lintas yang mengurangi lajur ke arah timur (menuju Palimanan) sempat menimbulkan antrean di GT Cikatama. Menghadapi dinamika ini, pihak operator melakukan penyesuaian teknis di lapangan untuk mengalihkan sebagian arus.

Ria menjelaskan mekanisme yang dilakukan. "Memang jalur yang digunakan pengguna jalan dari arah Jakarta menuju Timur Trans Jawa itu menjadi lebih berkurang. Kami melakukan penyesuaian di GT Cikatama. Pada saat di KM 72, pengguna jalan akan dikeluarkan menuju Cikopo," jelasnya.

Pelaksanaan rekayasa lalu lintas di ruas Jakarta-Cikampek sendiri bersifat dinamis dan terus dipantau. Persiapan untuk menambah lajur contraflow dari satu menjadi dua lajur di beberapa titik menjadi salah satu bentuk antisipasi berdasarkan kondisi aktual di jalan.

Dengan berbagai upaya tersebut, pengelola jalan tol berusaha menjaga kelancaran meski di tengah volume kendaraan yang meningkat drastis. Situasi ini menggambarkan pola klasik arus balik mudik yang selalu memusat pada titik-titik tertentu, membutuhkan koordinasi dan kesiapan ekstra dari semua pihak terkait.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar