PARADAPOS.COM - Liburan Lebaran 2026 di pantai selatan Jember, Jawa Timur, berujung duka setelah dua wisatawan terseret ombak di dua lokasi berbeda pada Sabtu (28/3). Satu korban ditemukan meninggal dunia di Pantai Paseban, sementara satu korban lainnya dinyatakan hilang di Pantai Papuma dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Korban Meninggal di Pantai Paseban
Kecelakaan pertama terjadi di Pantai Paseban. Korban, Giman (54), warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong, Jember, dilaporkan terseret ombak saat mandi di laut. Padahal, menurut keterangan petugas, larangan untuk berenang di area tersebut telah disampaikan sebelumnya mengingat kondisi ombak pantai selatan yang dikenal besar dan berbahaya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi insiden tersebut. "Telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Paseban yakni pengunjung atas nama Giman (54) warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong terseret ombak dan sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.
Edy menegaskan bahwa imbauan keselamatan kerap disampaikan kepada pengunjung. "Petugas selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi di laut yang jaraknya terlalu jauh dari bibir pantai karena kondisi pantai selatan memiliki ombak yang cukup besar," tuturnya.
Korban Hilang di Tebing Pantai Papuma
Sementara itu, di lokasi lain, yaitu Pantai Papuma, seorang wisatawan bernama Muhammad Sheva Yusuff (22) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan hilang tersapu ombak. Insiden ini terjadi saat korban dan dua rekannya memasuki area di bawah tebing Siti Hinggil, yang sebenarnya merupakan zona larangan bagi pengunjung.
Menurut penuturan Edy, ketiganya sedang berswafoto di bibir pantai yang bertebing ketika ombak besar tiba-tiba menerjang. "Korban bersama dua temannya berswafoto di lokasi tersebut, kemudian ombak besar tiba-tiba menerjang hingga ketiganya tersapu ombak. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Sheva tenggelam dan dinyatakan hilang tergulung ombak," paparnya.
Pencarian Dilanjutkan Esok Hari
Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. Operasi yang melibatkan perahu dan penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian terpaksa dihentikan ketika senja mulai tiba karena faktor keamanan dan keterbatasan pencahayaan.
"Korban belum juga ditemukan setelah dilakukan pencarian hingga sore hari dan tim SAR gabungan menghentikan pencarian karena sudah mulai gelap. Pencarian akan dilanjutkan pada besok Minggu (29/3) pagi," ungkap Edy Budi Susilo.
Imbauan Keras untuk Kepatuhan
Menyoroti dua insiden yang terjadi dalam hari yang sama, Edy kembali mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh wisatawan. Ia meminta masyarakat untuk benar-benar mematuhi rambu-rambu peringatan dan larangan yang dipasang di kawasan pantai selatan Jember. Kepatuhan ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya musibah, terlebih di momen liburan Lebaran ketika banyak keluarga berkunjung.
Pantai selatan Jawa Timur, dengan pesona alamnya yang memikat, memang menyimpan karakteristik ombak yang kuat dan arus bawah yang kerap tak terduga. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kecerobohan sekecil apapun, seperti mengabaikan batas aman atau larangan berenang, dapat berakibat fatal di wilayah perairan seperti ini.
Artikel Terkait
Presiden Iran Serukan Negara Teluk Tolak Jadi Pangkalan Militer Musuh
Studi UI Proyeksikan Dampak Asimetris Krisis Selat Hormuz 2026 pada BUMN
Pemerintah Batasi Akun Medsos Pengguna di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Pemerintah Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026