PARADAPOS.COM - Sebuah kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (28/3/2026). Peristiwa yang diduga dipicu kebocoran tabung gas elpiji 12 kilogram ini menghanguskan 12 unit rumah, mengakibatkan tiga orang luka bakar, dan memaksa 18 kepala keluarga (KK) atau 31 jiwa mengungsi ke masjid setempat. Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan kobaran api setelah berjuang sekitar satu jam di lokasi.
Upaya Pemadaman dan Dugaan Awal Penyebab
Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur merespons cepat laporan warga dengan menurunkan tiga unit mobil dan 12 personel ke lokasi kejadian. Satu unit mobil pertama tiba beberapa menit setelah panggilan darurat diterima, langsung bergabung dengan warga yang telah lebih dulu berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Melihat api yang menjalar dengan cepat ke rumah-rumah lain karena jarak antar bangunan yang sangat berdekatan, petugas segera memperkuat pasukan dengan dua unit mobil tambahan.
Kepala Unit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran 3 Cipanas, Yanto Hermanto, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam. Namun, dugaan sementara mengarah pada kebocoran tabung gas di rumah seorang warga lanjut usia.
"Tidak ada korban jiwa namun tiga orang dibawa ke RSUD Cimacan karena mengalami luka bakar, termasuk seorang ibu lanjut usia pemilik rumah yang pertama kali terlihat kobaran api," jelasnya.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Berdasarkan keterangan saksi mata, kobaran api pertama kali terlihat membesar di rumah Nci (60), seorang perempuan lansia yang tinggal sendirian. Dari titik itu, api dengan cepat merembet ke sebelas rumah di sekitarnya yang saling berhimpitan. Kondisi bangunan yang rapat dan material yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan dari pemadam kebakaran dan Inafis Polres Cianjur langsung melakukan proses pendinginan dan penyelidikan di lokasi.
"Setelah dilakukan pendinginan, kami bersama petugas dari Inafis Polres Cianjur, melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang membakar rumah warga tersebut," ungkap Yanto.
Korban Kehilangan Harta Benda dan Harapan Bantuan
Dampak kebakaran ini sangat parah bagi para korban. Banyak dari mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda berharga di dalam rumah. Hampir seluruh isi rumah, termasuk kendaraan dan dokumen penting, ikut dilalap api. Para korban hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan.
Salah seorang korban, Ucok (52), menggambarkan kepanikan dan kerugian yang dialami keluarganya.
"Tidak sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah, kami hanya menyelamatkan nyawa anak dan istri, sedangkan sepeda motor dan barang berharga di dalam rumah ikut terbakar semua," tuturnya.
Saat ini, seluruh korban yang kehilangan tempat tinggal ditampung sementara di masjid terdekat. Mereka menghadapi masa depan yang tidak pasti, mengandalkan bantuan tetangga dan berharap uluran tangan dari pemerintah setempat untuk bisa membangun kembali kehidupan mereka.
"Kami berharap mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah yang nyaris rata dengan tanah, karena sebagian besar pemilik tidak memiliki penghasilan tetap," harap Ucok, mewakili suara para korban lainnya yang tengah berjuang bangkit dari musibah ini.
Artikel Terkait
Analis: Pemerintahan Prabowo Masih Demokratis, Namun Perlu Pengawasan Publik
Kemacetan Tol Lebaran 2026 Dorong Percepatan Sistem MLFF
Penyakit Ginjal Kronis Kini Serang Generasi Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
KPK Raup Rp10,9 Miliar untuk Negara dari Lelang Barang Rampasan Koruptor