Perumda Pasar Jaya Genjot Pembersihan 7.000 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:25 WIB
Perumda Pasar Jaya Genjot Pembersihan 7.000 Ton Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

PARADAPOS.COM - Perumda Pasar Jaya tengah menggenjot upaya pembersihan timbunan sampah yang sempat viral di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Langkah cepat ini diambil untuk mengatasi gangguan yang dipicu kendala teknis pengangkutan sejak awal Maret, dengan volume sampah diperkirakan mencapai hampir 7.000 ton. Pihak pengelola pasar berkoordinasi intensif dengan dinas terkait untuk menormalkan aktivitas perdagangan dan mengembalikan kenyamanan bagi pedagang serta pengunjung.

Respons Cepat Atas Sorotan Publik

Menanggapi viralnya kondisi penumpukan sampah di media sosial, manajemen Perumda Pasar Jaya langsung bergerak. Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, mengakui adanya ketidaknyamanan dan menyampaikan komitmen perusahaan untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.

"Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya," jelas Topik di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Percepatan Pengangkutan dan Langkah Taktis

Dalam dua hari terakhir, proses pembersihan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan untuk mengangkut timbunan sampah yang setara dengan muatan 410 truk tersebut. Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta diperkuat untuk memperlancar arus logistik pengangkutan.

Di lapangan, selain pengangkutan massal, juga dilakukan penertiban dan penyaringan di titik-titik pembuangan. Langkah taktis ini bertujuan mengendalikan alur sampah sekaligus mencegah penumpukan baru sebelum sistem utama berjalan optimal.

Solusi Jangka Pendek dan Panjang

Melihat akar masalah dari ketersediaan armada, Perumda Pasar Jaya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Untuk kebutuhan mendesak, perusahaan sedang memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas besar, yang ditargetkan beroperasi akhir April 2026. Penguatan kerja sama dengan pihak ketiga juga terus dilakukan.

Perspektif jangka panjang turut dibangun. Pihak pengelola tengah mempersiapkan uji coba teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan, seperti thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero). Teknologi ini diharapkan mampu mengolah sampah langsung di sumbernya, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

"Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik," pungkas Topik Hidayatulloh menutup penjelasannya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar