422 Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI, Tiba di Istanbul Usai Ditahan Israel

- Jumat, 22 Mei 2026 | 06:00 WIB
422 Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI, Tiba di Istanbul Usai Ditahan Israel
PARADAPOS.COM - Sebanyak 422 aktivis kemanusiaan dari misi Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Istanbul, Turki, pada Jumat, 22 Mei 2026, setelah sebelumnya ditahan oleh militer Israel saat berupaya menembus blokade laut Gaza. Rombongan yang terdiri dari berbagai negara, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI), mendarat dengan kondisi sebagian mengalami luka-luka. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami para relawan selama masa penahanan dan memastikan proses pemulangan seluruh WNI berjalan lancar.

Kedatangan di Istanbul dan Kondisi Aktivis

Pesawat yang membawa para aktivis mendarat di bandara Istanbul dengan suasana yang haru. Ratusan orang turun dengan mengenakan pakaian abu-abu dan syal Keffiyeh, sambil meneriakkan yel-yel “Free Palestine” yang menggema di area kedatangan. Beberapa di antara mereka tampak mengalami cedera. Tim medis di bandara terlihat sigap mengevakuasi sejumlah aktivis yang tidak bisa berjalan. Mereka dibawa menggunakan tandu, dengan penyangga leher dan perban yang masih melilit di bagian tubuh tertentu.

Kesaksian Aktivis: Sengatan Listrik dan Tulang Rusuk Patah

Salah satu aktivis asal Yunani, Pandelis, menceritakan pengalaman pahitnya selama ditahan. Ia menyebut perlakuan militer Israel sebagai tindakan paling biadab yang pernah ia rasakan sepanjang hidupnya. “Kami dipukuli, setiap orang dari kami dipukuli dengan sengatan listrik di seluruh tubuh. Kami memar. Banyak orang mengalami patah tulang rusuk,” kata Pandelis dalam wawancara yang disiarkan langsung. Ia kemudian menambahkan dengan suara bergetar, “Banyak orang tidak bisa berjalan. Kemudian setelah itu mereka membawa kami ke penjara dan itu adalah pengalaman paling biadab yang pernah saya alami.”

WNI Selamat dan Proses Pemulangan

Di tengah hiruk-pikuk kedatangan para aktivis, perhatian khusus tertuju pada sembilan WNI yang ikut dalam misi GSF 2.0. Mereka dipastikan telah tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026. Menteri Luar Negeri Sugiono, dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri pada Kamis, 21 Mei 2026, menegaskan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. “Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan dengan lancar sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” ujar Menlu Sugiono. Ia juga menyampaikan kecaman keras atas peristiwa yang dialami para relawan. “Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” imbuhnya. Dalam pernyataan terpisah, Sugiono kembali menekankan sikap prinsipil Indonesia. “Indonesia kembali menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegasnya.

Prosedur di Istanbul Sebelum Pulang ke Tanah Air

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa para WNI belum bisa langsung terbang ke Indonesia. Mereka harus menyelesaikan sejumlah prosedur administratif di Istanbul terlebih dahulu. “Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai,” ujar Heni. Kedatangan para WNI di Istanbul disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Dalam sebuah pernyataan video yang diunggah melalui akun Instagram @menluri, Konjen Darianto melaporkan kondisi para relawan. “Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF, mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Konjen Darianto.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar