PARADAPOS.COM - Seorang pemudik asal Padang Pariaman, Sumatera Barat, menarik perhatian publik saat melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 menuju Bogor dengan sepeda motor yang dimodifikasi unik. Kendaraannya dihiasi replika rumah gadang, rumah adat khas Minangkabau, yang dibuat secara kreatif dari bahan daur ulang. Aksi ini menjadi sorotan dan hiburan bagi sesama pemudik di sepanjang jalur perjalanan, termasuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Kreativitas dari Bahan Sederhana
Alih-alih membawa barang bawaan biasa, pemudik bernama Jepri ini memilih cara yang berbeda untuk pulang kampung. Ia menghias motornya dengan replika atap bagonjong yang khas, menggunakan bahan yang sangat sederhana dan mudah ditemui: limbah plastik bekas bungkus kopi sachet. Plastik-plastik bekas itu dirangkai sedemikian rupa dengan ketelitian, menghasilkan bentuk yang menyerupai rumah gadang secara mencolok. Tidak hanya itu, kendaraan roda dua ini juga dipasangi lampu-lampu warna-warni yang menyala terang, menambah kesan meriah dan semakin menarik mata.
Menjadi Pusat Perhatian di Tengah Arus Mudik
Keunikan motor tersebut langsung membuatnya menjadi pusat perhatian. Sepanjang perjalanan, terutama saat menunggu antrean masuk kapal di Pelabuhan Bakauheni, banyak pemudik lain yang terhibur dan mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka. Pemandangan ini memberikan warna tersendiri di tengah kepadatan arus balik Lebaran, menyuguhkan sebuah karya budaya yang bergerak di antara ribuan kendaraan.
Jepri menjelaskan motivasi di balik aksinya. “Suka aja, karena saya orang Padang,” ungkapnya. “Iya biar tahu semua dunia kalau saya itu orang Minang.”
Catatan Penting dari Kepolisian
Meski mengapresiasi kreativitas dan nilai budaya yang ditampilkan, pihak kepolisian memberikan catatan keamanan yang penting. Petugas mengingatkan bahwa dalam setiap modifikasi kendaraan, aspek keselamatan berkendara harus tetap menjadi prioritas utama. Mereka menekankan agar modifikasi yang dilakukan tidak mengganggu kestabilan dan keseimbangan kendaraan saat melaju di jalan raya, demi keamanan pengendara sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Eksistensi Budaya di Perantauan
Kisah Jepri dan motornya yang unik ini lebih dari sekadar aksi viral semata. Ia menjadi bukti nyata bagaimana kecintaan pada budaya lokal dapat diekspresikan dengan cara yang kreatif dan membawa kebanggaan. Di tengah perjalanan mudik yang kerap identik dengan kelelahan dan kemacetan, kehadiran replika rumah gadang ini mengingatkan pada kekayaan identitas yang tetap hidup dan bersinar, bahkan ketika seseorang sedang merantau jauh dari kampung halaman.
Artikel Terkait
Menteri HAM Desak Evaluasi Total dan Penegakan Hukum atas Kematian Lima Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih
Empat Panda Terakhir Tinggalkan Jepang, Kota Shirahama Berjuang Pulihkan Pariwisata Tanpa Ikon Andalan
Jadwal Salat DKI Jakarta 30 Juni 2026: Imsak Pukul 04.32, Subuh 04.42, dan Magrib 17.53 WIB
Jerman Hadapi Paraguay di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026