Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Turun Signifikan

- Minggu, 29 Maret 2026 | 19:00 WIB
Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Turun Signifikan

PARADAPOS.COM - Operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 resmi ditutup dengan catatan positif. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyatakan situasi secara umum terkendali baik dari sisi keamanan publik maupun kelancaran lalu lintas. Penurunan signifikan terlihat pada angka fatalitas kecelakaan dan jumlah kejadian lalu lintas selama periode operasi.

Evaluasi Hasil Operasi Ketupat 2026

Dalam keterangannya di JTMC Jasa Marga, Tol Jatiasih, Bekasi, pada Senin dini hari, Agus Suryonugroho memaparkan evaluasi mendetail dari operasi yang berlangsung selama 13 hari itu. Dari aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), tidak ditemukan peristiwa-peristiwa besar yang mengganggu stabilitas. Sementara, pencapaian di bidang lalu lintas justru lebih menggembirakan.

Agus mengungkapkan, upaya bersama itu berhasil menekan angka korban jiwa dalam kecelakaan. "Demikian juga jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat ditambah KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan), peristiwanya turun 7 persen," jelasnya.

Kolaborasi Kunci Kesuksesan

Menurut Kapala Korlantas, keberhasilan ini bukanlah pencapaian instan, melainkan buah dari kerja sama yang solid antara jajaran kepolisian dengan berbagai pemangku kepentingan di lapangan. Kolaborasi ini dijalankan untuk mewujudkan komitmen yang dicanangkan pimpinan.

"Ini bagian daripada hasil kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat itu adalah 'Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia'," tutur Agus menegaskan.

Masa Transisi Menuju Pengamanan Normal

Meski Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah berakhir pada Rabu (25/3), kewaspadaan tidak serta-merta dilonggarkan. Polri langsung meneruskan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Pengalihan status operasi ini memastikan bahwa personel tetap siaga di pos-pos dan ruas-ruas jalan yang vital.

Kesiapsiagaan ini dinilai crucial, terutama untuk mengantisipasi gelombang puncak arus balik kedua yang diprediksi terjadi pada 28-29 Maret 2026. Dengan demikian, pengamanan dan pengaturan lalu lintas tetap berjalan intensif untuk menjamin perjalanan masyarakat tetap lancar dan aman hingga semua pemudik tiba di tujuan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar