PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai kunjungan resmi pertamanya ke Jepang pada Minggu (29/3/2026) malam. Rombongan yang turut didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid serta sejumlah menteri lainnya itu tiba di Bandara Haneda, Tokyo, dengan agenda utama memperdalam kemitraan strategis kedua negara yang telah berlangsung lebih dari enam dekade.
Fokus pada Bidang Strategis dan Digital
Kunjungan kerja selama beberapa hari ini diisi dengan serangkaian pertemuan tingkat tinggi. Fokus utamanya adalah membicarakan kerja sama di sektor-sektor strategis, dengan teknologi dan transformasi digital menjadi salah satu prioritas pembahasan. Hal ini mengindikasikan arah hubungan bilateral yang ingin diselaraskan dengan perkembangan ekonomi global masa depan.
Menteri Meutya Hafid menegaskan hal tersebut. "Kunjungan Presiden ini akan fokus membahas hal-hal strategis antara kedua negara, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan digital," ungkapnya, seperti dilaporkan Antara, Senin (30/3).
Agenda Diplomasi dan Bisnis
Jadwal Presiden Prabowo di Tokyo cukup padat. Selain melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Naruhito, ia juga diagendakan bertemu secara bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi politik dan kepercayaan antara kedua pemimpin negara.
Tak hanya diplomasi pemerintah, aspek ekonomi juga mendapat porsi penting. Presiden dijadwalkan menerima sejumlah pengusaha besar Jepang dan menyaksikan penandatanganan perjanjian investasi. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk menarik lebih banyak modal dan teknologi dari Negeri Matahari Terbit tersebut.
Harapan tersebut diutarakan oleh Meutya Hafid. "Kita berharap kunjungan Presiden dapat meningkatkan investasi Jepang di Indonesia," jelasnya.
Membuka Peluang Baru dan Melanjutkan Tur Regional
Di balik seremonial kenegaraan, kunjungan ini memiliki tujuan yang lebih substantif: membuka babak baru kolaborasi yang saling menguntungkan. Indonesia dan Jepang memiliki sejarah panjang kerja sama di bidang infrastruktur dan manufaktur. Kini, tantangannya adalah bagaimana merangkul peluang baru di era ekonomi digital dan hijau.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Tokyo, rombongan kepresidenan tidak langsung pulang ke tanah air. Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Korea Selatan, menandai dimulainya serangkaian kunjungan ke negara-negara kunci di kawasan Asia.
Artikel Terkait
Rembug Warga NU Rumuskan Sembilan Agenda Strategis untuk Perkuat Tata Kelola dan Independensi Organisasi
Tim SAR Venezuela Evakuasi Wanita dan Bayi 9 Bulan dari Reruntuhan Tiga Hari Pasca Gempa Dahsyat
Bank Sumut Perluas Sistem Pajak Digital QRESTO ke Deli Serdang, Jadi Kabupaten Pertama di Indonesia
Medan Resmi Jadi Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding dan Penggerak Ekonomi Daerah