Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah Tipis dari Bulgaria

- Selasa, 31 Maret 2026 | 00:25 WIB
Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah Tipis dari Bulgaria

PARADAPOS.COM - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap performa Timnas Indonesia meski harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 1-0 dalam laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3/2026). Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu ditentukan oleh sebuah gol penalti di babak pertama. Meski hasil akhir tidak berpihak, Thohir menilai duel melawan tim berperingkat lebih tinggi ini merupakan pengalaman berharga bagi perkembangan skuad Garuda.

Apresiasi atas Performa di Tengah Kekalahan

Kekalahan 0-1 dari Bulgaria menutup perjalanan Indonesia di turnamen persahabatan yang digelar FIFA tersebut. Satu-satunya gol dalam laga final tercipta pada menit ke-38 melalui titik putih yang dieksekusi sempurna oleh Marin Petkov. Wasit menganugerahkan penalti setelah melihat pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov di dalam kotak terlarang.

Meski harus puas finish sebagai runner-up, atmosfer di SUGBK tetap menunjukkan dukungan yang kuat bagi tim nasional. Laga ini sendiri menjadi ujian kedua bagi Timnas Indonesia di bawah kendali pelatih kepala baru, John Herdman.

Pelajaran Berharga dari Lawan Berkelas

Usai pertandingan, Erick Thohir tampil untuk memberikan tanggapannya. Dengan nada yang tenang namun optimistis, ia memilih untuk melihat sisi positif dari kekalahan tersebut. Thohir menekankan bahwa kualitas permainan yang ditunjukkan anak asuh Herdman patut diacungi jempol, mengingat kualitas lawan yang dihadapi.

"Permainannya juga tadi saya rasa cukup berkelas ya," ungkapnya.

Ia kemudian mengingatkan publik akan prestasi historis Bulgaria, sebuah konteks penting yang sering terlupakan. "Karena memang kita melawan tim yang tidak kaleng-kaleng, pernah semifinal (Piala Dunia) tahun 1994," jelas Thohir.

Nilai Tambah untuk Pengembangan Mental Pemain

Lebih dari sekadar hasil, Ketum PSSI itu melihat pertemuan ini sebagai bagian dari proses pematangan tim. Menghadapi tim dengan tradisi sepak bola Eropa yang kuat dan dihuni banyak pemain yang berkarier di liga-liga top benua biru dinilainya sangat krusial.

"Banyak pemain yang bermain di Eropa, ya memang kesempatan bagus buat kita untuk menaikkan kualitas secara menyeluruh tim nasional," tuturnya.

Pernyataan Thohir ini menggarisbawahi strategi jangka panjang yang sedang dibangun. Pengalaman melawan tim sekaliber Bulgaria, meski berakhir dengan kekalahan, dianggap sebagai investasi berharga untuk membangun mentalitas dan daya saing pemain Indonesia di tingkat internasional. Langkah ini sejalan dengan upaya sistematis untuk terus menaikkan level persaingan dalam setiap laga uji coba yang dijalani.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar