Polisi Ungkap Motif Ekonomi dan Tangkap Penadah dalam Kasus Mutilasi di Bekasi

- Selasa, 31 Maret 2026 | 06:50 WIB
Polisi Ungkap Motif Ekonomi dan Tangkap Penadah dalam Kasus Mutilasi di Bekasi

PARADAPOS.COM - Polisi mengungkap motif ekonomi di balik pembunuhan dan mutilasi seorang pria yang jasadnya ditemukan dalam freezer sebuah kios ayam geprek di Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Selain dua pelaku utama, aparat juga menangkap seorang tersangka penadah barang-barang milik korban yang telah dijual, serta berhasil menemukan potongan tubuh korban yang sempat hilang.

Motif Ekonomi dan Penguasaan Harta

Kabar terbaru dari penyelidikan menunjukkan arah yang jelas. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa dorongan utama pelaku adalah keuntungan materi. Mereka diduga ingin mengambil alih aset milik korban.

“Untuk motifnya ekonomi. Kedua pelaku ingin menguasai motor dan HP korban serta ingin menguasai kendaraan operasional tempat kerjanya,” tutur Budi Hermanto dalam keterangan persnya, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa penyidik tidak hanya berfokus pada eksekutor. Jaring investigasi juga berhasil mengamankan seorang individu lain yang diduga terlibat dalam rantai kejahatan ini.

“Penyidik juga sudah mengamankan penadah hasil penerima barang yang diambil dan dijual,” imbuhnya.

Penangkapan Penadah dan Temuan Bagian Tubuh

Perkembangan signifikan datang dari unit Jatanras Polda Metro Jaya. Kasubdit Jatanras, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meringkus seorang pria berinisial A. Penangkapan ini merupakan hasil pelacakan terhadap barang bukti yang dirampas dari tempat kejadian.

“Alhamdulillah, tim Jatanras Polda Metro sudah melakukan penangkapan terhadap satu orang lagi dengan inisial A. Yang bersangkutan berperan sebagai penadah hasil kejahatannya,” ujar Abdul Rahim.

Barang bukti yang dilacak adalah dua unit sepeda motor yang dibawa kabur oleh dua pelaku utama, berinisial S dan DS alias ANS, dan kemudian dijual kepada A. Selain itu, penyidik juga mendapatkan titik terang mengenai bagian tubuh korban, AH (39), yang sebelumnya belum ditemukan.

“Potongan tubuh korban yang lain, yakni tangan dan kakinya, sudah ditemukan. Dibuang secara terpisah oleh pelaku di daerah Cariu, Bogor,” ungkapnya.

Dengan ditangkapnya penadah dan ditemukannya potongan tubuh korban, penyelidikan atas kasus keji yang menggemparkan masyarakat ini terus bergulir untuk mengungkap setiap detail peristiwa.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar