PARADAPOS.COM - Sejumlah pemain sepak bola naturalisasi, termasuk yang membela Timnas Indonesia, menghadapi ancaman pencoretan dari klub-klub Belanda. Ancaman ini muncul menyusul investigasi otoritas sepak bola setempat, KNVB, terkait dugaan skandal administrasi paspor yang melibatkan status kewarganegaraan para pemain tersebut. Laporan dari media Belanda, Voetbal Nieuws, menyoroti kerumitan regulasi yang membuat pemain kelahiran Belanda tiba-tiba berstatus sebagai pemain non-Uni Eropa setelah memilih membela negara lain.
Dampak Regulasi Kewarganegaraan Tunggal
Inti persoalan berawal dari kebijakan kewarganegaraan tunggal yang dianut Indonesia, Suriname, dan Belanda sendiri. Pemain seperti Justin Hubner, yang lahir dan besar di Belanda, secara otomatis kehilangan paspor Belandanya begitu mereka resmi dinaturalisasi untuk membela Timnas Indonesia. Perubahan status ini memiliki konsekuensi langsung di level kompetisi.
Di Liga Belanda, seorang pemain yang tidak memiliki paspor Uni Eropa dikenai aturan ketat, termasuk ambang batas gaji minimum yang cukup tinggi. Regulasi ini, yang dimaksudkan untuk melindungi pasar kerja lokal, justru menjebak pemain-pemain naturalisasi tersebut dalam ketidakpastian administratif.
Investigasi KNVB dan Rekomendasi Pencoretan
Gelombang kekhawatiran ini semakin kuat setelah Organisasi Pemilik Klub Liga Belanda (FBO) merekomendasikan agar klub-klub mencoret pemain yang dianggap bermasalah dari daftar squad. Rekomendasi tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi sementara KNVB melanjutkan penyelidikan mendalam. Kasus yang melibatkan Dean James dari Go Ahead Eagles menjadi pemicu awal investigasi ini.
Media Voetbal Nieuws melaporkan situasi yang dialami pemain terkait.
"Di Go Ahead Eagles, Dean James tidak berlatih karena ketidakpastian mengenai kewarganegaraan Belandanya, Richonell Margaret berada dalam situasi serupa," tulis laporan tersebut.
Langkah proaktif klub dengan menepikan pemainnya dimaksudkan untuk menghindari risiko sanksi lebih berat jika nantinya ditemukan pelanggaran.
Daftar Pemain dan Pengecualian
Voetbal Nieuws secara khusus merilis daftar nama-nama pemain yang berpotensi terdampak. Meski daftar lengkapnya tidak diungkap dalam pemberitaan awal, disebutkan bahwa ada beberapa nama yang membela Timnas Indonesia dan Suriname di dalamnya. Namun, tidak semua pemain naturalisasi terjerat masalah yang sama.
Sebagai contoh, kiper Maarten Paes yang membela Ajax Amsterdam justru tidak masuk dalam daftar berisiko. Klub raksasa itu telah mendaftarkannya dengan status pemain non-Uni Eropa sejak awal, mengikuti seluruh prosedur yang berlaku secara transparan. Meski sempat menuai sorotan karena nilai ekonomisnya, kepatuhan Ajax pada regulasi justru memberi mereka kepastian hukum untuk tetap menurunkan Paes.
Laporan media Belanda itu memberikan penegasan mengenai dasar penyusunan daftar tersebut.
"Dengan beberapa pemain berpotensi tidak memenuhi syarat untuk bermain, terdapat pemain Belanda yang memiliki kewarganegaraan lain diragukan status resmi mereka, Voetbal Nieuws mencantumkan nama-nama tersebut," tulis laporan media Belanda, Voetbal Nieuws, dikutip Selasa (31/3/2026).
Ketidakpastian Menghantui Masa Depan Pemain
Situasi ini menciptakan atmosfer tidak menentu bagi para pemain yang terdampak. Justin Hubner, misalnya, dikabarkan masih belum mengetahui nasibnya di Fortuna Sittard sepulangnya dari membela Timnas Indonesia. Nasibnya, bersama pemain lain dalam daftar serupa, sepenuhnya bergantung pada hasil investigasi KNVB dan keputusan akhir masing-masing klub.
Skandal paspor ini mengungkap kerumitan di persimpangan antara hukum kewarganegaraan, regulasi transfer sepak bola, dan ambisi karir internasional seorang pemain. Tanpa penyelesaian yang jelas dan adil, bukan hanya masa depan para pemain di klub yang terancam, tetapi juga stabilitas perencanaan tim nasional yang mengandalkan jasa mereka.
Artikel Terkait
Kebakaran Dahsyat di Wamena Tewaskan 11 Orang Saat Tertidur
Menteri ESDAM Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pemerintah Alihkan Anggaran Rp130 Triliun ke Sektor Produktif Antisipasi Gejolak Global
Polisi Jateng Ungkap Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp78 Miliar