PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa tim, terutama dalam hal efektivitas serangan dari situasi bola mati. Evaluasi ini muncul menyusul dua laga tim di FIFA Series 2024, di mana Indonesia tampak kesulitan menciptakan ancaman berarti dari peluang-peluang semacam itu.
Lemahnya Ancaman dari Set Piece
Kekalahan 0-1 dari Bulgaria, yang ditentukan melalui sebuah gol penalti, semakin menyoroti kelemahan tersebut. Dalam pertandingan itu, eksekusi bola mati yang dipercayakan kepada Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On kerap gagal menemui sasaran. Bola-bola yang diumpan cenderung tidak jatuh di area berbahaya atau mengarah langsung ke kiper lawan, sehingga mudah ditangani.
Padahal, skuad Garuda memiliki sejumlah pemain dengan postur fisik ideal yang diandalkan dalam duel udara. Kehadiran pemain-pemain tinggi seharusnya menjadi aset berharga untuk mengkonversi umpan-umpan silang dari tendangan sudut atau set piece menjadi gol.
Absennya Sang Spesialis
Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah ketidakhadiran Thom Haye. Gelandang Persib Bandung yang kerap dijuluki 'Sang Profesor' itu dikenal sebagai spesialis penendang bola mati di tim nasional.
Thom Haye bersama Shayne Pattynama harus absen dalam turnamen tersebut karena sedang menjalani sanksi larangan bermain.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Laporkan ke Prabowo: Kinerja Bea Cukai Mulai Pulih, Setoran Tumbuh Positif
Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR, Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2027
Guardiola Akui Keunggulan Arsenal: ‘The Gunners’ Juara Liga Inggris 2025/2026, Akhir Penantian 22 Tahun
WMS Latih Lebih dari 2.000 Karyawan Perusahaan soal Keselamatan Berkendara pada Kuartal I 2026