PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa tim, terutama dalam hal efektivitas serangan dari situasi bola mati. Evaluasi ini muncul menyusul dua laga tim di FIFA Series 2024, di mana Indonesia tampak kesulitan menciptakan ancaman berarti dari peluang-peluang semacam itu.
Lemahnya Ancaman dari Set Piece
Kekalahan 0-1 dari Bulgaria, yang ditentukan melalui sebuah gol penalti, semakin menyoroti kelemahan tersebut. Dalam pertandingan itu, eksekusi bola mati yang dipercayakan kepada Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On kerap gagal menemui sasaran. Bola-bola yang diumpan cenderung tidak jatuh di area berbahaya atau mengarah langsung ke kiper lawan, sehingga mudah ditangani.
Padahal, skuad Garuda memiliki sejumlah pemain dengan postur fisik ideal yang diandalkan dalam duel udara. Kehadiran pemain-pemain tinggi seharusnya menjadi aset berharga untuk mengkonversi umpan-umpan silang dari tendangan sudut atau set piece menjadi gol.
Absennya Sang Spesialis
Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adalah ketidakhadiran Thom Haye. Gelandang Persib Bandung yang kerap dijuluki 'Sang Profesor' itu dikenal sebagai spesialis penendang bola mati di tim nasional.
Thom Haye bersama Shayne Pattynama harus absen dalam turnamen tersebut karena sedang menjalani sanksi larangan bermain.
Artikel Terkait
Solbakken Minta Norwegia Tak Gentar Hadapi Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Prancis Kalahkan Paraguay 1-0 Lewat Penalti Mbappe, Tantang Maroko di Perempatfinal Piala Dunia 2026
Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK, Ulangi Nasib Pendahulunya
Philadelphia Peringati 250 Tahun Kemerdekaan AS dengan Pertunjukan Spektakuler Sebelum Laga Piala Dunia 2026