BGN Hentikan Sementara Tiga Dapur Program Makan Bergizi di Kaimana Gara-gara IPAL Tak Standar

- Jumat, 03 April 2026 | 20:00 WIB
BGN Hentikan Sementara Tiga Dapur Program Makan Bergizi di Kaimana Gara-gara IPAL Tak Standar

PARADAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasi tiga dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Penghentian yang berlaku sejak 1 April 2026 ini dilakukan karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di ketiga fasilitas tersebut dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan yang ditetapkan.

Komitmen pada Standar dan Keamanan Pangan

Pengumuman resmi disampaikan oleh Koordinator Program MBG Wilayah Kaimana, Akmal Rahman, di Manokwari pada Jumat lalu. Langkah ini, meskipun berdampak pada pelayanan, menunjukkan komitmen ketat BGN dalam menjalankan program prioritas nasional ini. Prinsip utamanya adalah memastikan setiap hidangan yang didistribusikan tidak hanya bergizi, tetapi juga diproses dalam lingkungan yang memadahi secara sanitasi.

Akmal menjelaskan alasan teknis di balik keputusan tersebut.

"IPAL belum sesuai standar sehingga BGN menghentikan sementara sejak 1 April 2026 sebelum liburan sekolah," ungkapnya.

Tiga dapur yang terdampak adalah SPPG Kaimana Kota 1, SPPG Kaimana Kota 3, dan SPPG Kaimana 5. Dengan penghentian ini, produksi makanan dari ketiga titik tersebut untuk sementara tidak berjalan.

Masa Perbaikan dan Harapan Ke Depan

Menyikapi kondisi ini, BGN memberikan kesempatan bagi pengelola dapur untuk segera melakukan perbaikan. Masa liburan sekolah, yang berlangsung dari 2 hingga 6 April 2026, dimanfaatkan sebagai tenggat waktu krusial untuk menuntaskan peningkatan fasilitas IPAL agar sesuai kriteria.

Akmal menekankan urgensi penyelesaian pekerjaan ini agar distribusi bantuan pangan tidak terhambat lebih lama.

"Kami berharap sebelum masuk sekolah tiga SPPG sudah memenuhi standar IPAL. Kalau operasional dapur dihentikan maka produksi MBG juga terhenti," jelasnya.

Ia kemudian menambahkan harapan agar normalisasi layanan dapat segera tercapai.

"Oleh karena itu kami harapkan tiga SPPG yang dihentikan sementara secepatnya memperbaiki IPAL supaya penyaluran MBG tidak mengalami kendala," lanjut Akmal.

Skala Program dan Pengawasan Rutin

Program MBG di Kaimana memiliki cakupan yang signifikan. Secara keseluruhan, terdapat empat unit dapur SPPG yang mendistribusikan makanan kepada peserta didik serta kelompok rentan—yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di wilayah perkotaan. Jumlah penerima manfaatnya mencapai 13.114 orang, sebuah angka yang menggambarkan betapa vitalnya kelancaran operasional dapur-dapur ini.

Untuk menjaga kualitas secara berkelanjutan, BGN tidak hanya melakukan pemantauan dan evaluasi rutin, tetapi juga memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap lokasi. Seluruh penjamah makanan diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi dari Dinas Kesehatan setempat sebagai bentuk jaminan kompetensi dasar.

Persyaratan kompetensi juga berlaku khusus untuk posisi kunci di dapur.

"Termasuk koki yang memimpin di setiap dapur harus bersertifikat Badan Nasional Sertifikat Profesi. Sebagian besar dalam proses pengurusan," tambah Akmal, mengisyaratkan bahwa proses standardisasi sumber daya manusia juga terus berjalan paralel dengan perbaikan infrastruktur.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar