Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi PBB Lebanon

- Sabtu, 04 April 2026 | 11:50 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi PBB Lebanon

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memimpin penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Upacara takziah digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/5/2024) petang, dihadiri pimpinan tertinggi TNI, Polri, dan sejumlah menteri. Ketiga jenazah, yang telah lebih dulu mendapat penghormatan dari pasukan internasional di Lebanon, kemudian diberangkatkan ke kota asal mereka untuk dimakamkan.

Suasana Haru di Bandara Soetta

Suasana haru langsung terasa di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjelang petang itu. Tiga peti jenazah berbalut bendera Merah Putih telah disemayamkan sejak pukul 18.25 WIB, diapit oleh foto diri serta karangan bunga untuk Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Detik-detik ketika peti memasuki ruangan disambut oleh isak tangis keluarga yang telah menunggu, menggambarkan duka yang mendalam di balik pengabdian mereka.

Deretan kursi untuk keluarga dan para pejabat tinggi negara telah disiapkan. Satu per satu, pucuk pimpinan TNI dan institusi keamanan mulai hadir, menunjukkan betapa pentingnya penghormatan ini.

Kehadiran Pimpinan Negara dan TNI

Sebelum kedatangan Presiden, ruangan telah dipenuhi oleh para pejabat tinggi. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hadir berdampingan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh Kepala Staf Angkatan. Dari jajaran kepolisian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga turut hadir memberikan penghormatan.

Kehadiran mereka bukan sekadar protokoler, melainkan bentuk solidaritas dan penghargaan tertinggi institusi terhadap pengorbanan anak-anak terbaiknya. Wakil Menteri Pertahanan, Wakil Menko Polhukam, serta Menteri Luar Negeri turut menyemarakkan daftar tamu yang hadir, menegaskan bahwa gugurnya ketiga prajurit ini adalah urusan kehormatan bangsa.

Penghormatan Langsung dari Presiden

Presiden Prabowo Subianto tiba sesuai jadwal untuk memimpin prosesi takziah. Dalam kesempatan yang khidmat itu, Presiden tidak hanya memberikan penghormatan militer terakhir, tetapi juga secara khusus menyampaikan belasungkawa dan menemui keluarga serta ahli waris ketiga prajurit. Momen ini menjadi penegasan bahwa negara hadir dan mengakui setiap tetes pengorbanan mereka.

Setelah takziah, sebuah upacara militer pelepasan jenazah digelar dengan Inspektur Upacara KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Prosesi ini menandai pelepasan resmi ketiga pahlawan dari institusi tempat mereka mengabdi. Usai upacara, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Bandung dan Yogyakarta, untuk perjalanan terakhir ke rumah duka masing-masing.

Penghormatan Internasional di Lebanon

Sebelum dipulangkan ke tanah air, ketiga prajurit telah mendapat penghormatan yang sama khidmatnya dari komunitas internasional. Upacara digelar pada Kamis (2/4) di Hanggar Lebanese Air Force Beirut, dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

Upacara tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Lebanon, perwakilan PBB dari New York, unsur militer Lebanon, serta kontingen internasional lainnya. Dalam kesempatan itu, Mayor Jenderal Abagnara menyampaikan penghargaan mendalam.

"Sebagai bentuk penghormatan tambahan, Force Commander UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB pada peti jenazah serta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir," jelasnya.

Rangkaian upacara dari Lebanon hingga Indonesia ini menggarisbawahi satu hal: gugurnya ketiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB bukan hanya duka Indonesia, tetapi juga merupakan kehilangan bagi pasukan perdamaian dunia. Mereka gugur sebagai pahlawan nasional sekaligus pahlawan kemanusiaan global.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar