PARADAPOS.COM - Selama Ramadan, pertanyaan tentang durasi puasa di Indonesia kerap muncul, mengingat wilayahnya terbentang luas dengan tiga zona waktu berbeda. Berdasarkan jadwal imsakiyah resmi untuk 24 Februari 2026, analisis menunjukkan bahwa lama waktu berpuasa dari Subuh hingga Magrib di berbagai daerah ternyata relatif seragam, berkisar pada rata-rata 13 jam dengan selisih yang hanya beberapa menit.
Durasi Puasa di Tiga Zona Waktu Indonesia
Meski Indonesia terbagi dalam zona waktu WIB, WITA, dan WIT, perbedaan durasi puasa tidak signifikan. Perhitungan didasarkan pada jadwal salat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, yang menjadi acuan utama umat Muslim di tanah air. Data ini memberikan gambaran yang jelas dan terpercaya mengenai waktu ibadah.
Contoh di Wilayah Barat (WIB)
Sebagai titik paling barat, Kota Sabang di Aceh memiliki waktu Subuh pukul 05.37 WIB dan Magrib pukul 18.55 WIB pada tanggal tersebut. Dengan hitungan ini, umat Muslim di sana akan berpuasa selama kurang lebih 13 jam 18 menit. Durasi ini dapat menjadi patokan untuk wilayah lain di zona WIB seperti Sumatera dan Jawa.
Contoh di Wilayah Tengah (WITA)
Berpindah ke zona Indonesia Tengah, Denpasar, Bali, mencatat waktu Subuh lebih awal, yaitu pukul 05.06 WITA. Adzan Magrib berkumandang pukul 18.45 WITA. Jika dilihat, total durasi puasa di Denpasar mencapai sekitar 13 jam 39 menit, hanya selisih 21 menit lebih lama dari Sabang.
Contoh di Wilayah Timur (WIT)
Sementara itu, di ujung timur Indonesia, Kabupaten Merauke (WIT) memulai puasa lebih awal lagi pada pukul 04.26 WIT dan berbuka pada pukul 18.04 WIT. Secara mengejutkan, durasi puasa di Merauke hampir sama dengan di Denpasar, yaitu sekitar 13 jam 38 menit.
Fakta Utama: Selisih Hanya Beberapa Menit
Dari ketiga contoh perwakilan zona waktu tersebut, terlihat sebuah pola yang menarik. Meski terpisah ribuan kilometer, perbedaan durasi puasa di Indonesia pada hari yang sama sangat minim, hanya berkisar pada hitungan menit. Hal ini menepis anggapan bahwa puasa di wilayah timur jauh lebih singkat atau lebih panjang.
Seperti dijelaskan dalam jadwal imsakiyah, "Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh posisi geografis masing-masing daerah yang berdampak pada waktu terbit dan terbenamnya matahari," ungkapnya.
Namun, secara keseluruhan, umat Islam di seluruh Nusantara menjalani ibadah puasa dengan durasi yang relatif sama. Rata-rata durasi 13 jam ini menjadi sebuah kesamaan dalam keberagaman, menyatukan pengalaman spiritual masyarakat dari Sabang sampai Merauke selama bulan Ramadan.
Artikel Terkait
Sleman Jembatani Kesenjangan Keterampilan lewat Kolaborasi KADIN dan Lembaga Pelatihan
Pemerintah Tegaskan Koperasi Desa Bukan Saingi Alfamart-Indomaret, Tapi Mitra Distribusi
KPK Periksa Bendahara KONI Madiun Terkait Kasus Wali Kota Maidi
Investor Pilih Emas Fisik atau Digital? Ini Perbandingan Risiko dan Biayanya