Siswa Lintas Agama Pimpin Doa Bersama untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

- Selasa, 07 April 2026 | 03:25 WIB
Siswa Lintas Agama Pimpin Doa Bersama untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

PARADAPOS.COM - Sebuah doa bersama lintas agama yang khidmat digelar di Kementerian Sosial RI, Senin (6/4), untuk mendoakan tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Uniknya, prosesi spiritual yang penuh penghormatan ini justru dipimpin oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat dari wilayah Jabodetabek, menciptakan momen yang sarat makna tentang persatuan dan penghargaan terhadap jasa pahlawan.

Pesan Duka dan Penghormatan dari Gus Ipul

Dalam acara yang bertajuk Sosialisasi Transformasi Budaya Kerja tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan duka mendalam. Ia menekankan bahwa pengorbanan ketiga prajurit tersebut adalah bentuk pengabdian tertinggi bagi kemanusiaan.

“Para prajurit TNI yang gugur adalah pahlawan kemanusiaan. Kita semua turut mendoakan dengan baik. Semoga mereka diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis pada Selasa (7/4/2026).

Suara Permohonan Damai dari Generasi Muda

Suasana di Gedung Aneka Bhakti (GAB) pun berubah hening dan penuh khidmat ketika lima perwakilan siswa maju secara bergantian. Mereka memimpin doa sesuai dengan keyakinan masing-masing, menyatukan harapan dalam keberagaman.

Saepul Majid, yang mewakili umat Islam, tidak hanya mendoakan arwah para prajurit. Dengan lantang, ia juga menyerukan agar peperangan di dunia segera dihentikan dan nilai-nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi. Permohonan serupa dilantunkan secara bergiliran oleh Marcel Apriliano Ferdinand (Katolik), Fransiskus Manuel Manalu (Kristen), Lovelyne PA Luntungan (Buddha), serta Gusti Agung Radja Putra Arya Wiratama (Hindu).

Doa-doa mereka berisi harapan yang sama: agar kebajikan dan pengorbanan para prajurit menjadi penerang dan membawa kedamaian abadi bagi mereka yang telah pergi.

Prosesi Penghormatan dan Duka Nasional

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Staf Khusus Menteri, Ishaq Zubaedi, diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kemensos dan para siswa. Momen ini semakin mengukuhkan betapa dalamnya duka yang dirasakan.

Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Mereka meninggal dunia saat bertugas di Lebanon pada akhir Maret lalu. Prosesi pemakaman kenegaraan telah dilaksanakan pada Sabtu (4/4) di Taman Makam Pahlawan (TMP) masing-masing, yaitu di Bandung, Magelang, dan Kulon Progo.

Duka nasional ini juga disampaikan langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menegaskan komitmen negara untuk senantiasa menghormati jasa para pahlawan.

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” tegas Prabowo dalam pernyataannya beberapa waktu lalu. Ia menambahkan bahwa negara akan selalu menjaga kehormatan prajurit bangsa pembela keadilan.

Melalui doa bersama yang dipimpin anak-anak ini, terlihat jelas bagaimana nilai kepahlawanan, perdamaian, dan toleransi diajarkan dan dihidupi lintas generasi, menciptakan sebuah narasi kebangsaan yang menyentuh dan penuh penghormatan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar