PARADAPOS.COM - Sebuah gelombang serangan udara yang dilancarkan Israel menghantam pusat Kota Teheran, Iran, pada Selasa dini hari, 7 April 2026. Serangan ini menyasar sejumlah bangunan bersejarah dan akademik, termasuk sinagoge dan universitas terkemuka, sehingga memicu kecaman internasional atas target-target yang dikategorikan sebagai fasilitas non-militer.
Sinagoge Bersejarah Hancur Total
Dampak serangan terlihat jelas di Sinagoge Yahudi Raffi Nia, yang terletak di jantung ibu kota Iran. Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan bangunan berusia tua itu nyaris rata dengan tanah. Di tengah kepulan debu, tim penyelamat masih berjibaku dengan alat berat untuk menyingkirkan puing-puing reruntuhan yang berserakan.
Perwakilan komunitas Yahudi di Parlemen Iran, Homayoun Sameh Yah Najafabadi, menyayangkan kehancuran situs yang ia sebut memiliki nilai sejarah yang dalam.
"Sinagoge Raffi Nia bukan sekadar tempat ibadah, melainkan bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Iran dan komunitas Yahudi di Iran," tegasnya. Najafabadi menduga serangan ini merupakan balasan atas kritik yang kerap dilontarkan komunitasnya terhadap kebijakan pemerintah Israel.
Kampus Prestisius Turut Jadi Sasaran
Tidak jauh dari lokasi sinagoge, kampus Universitas Teknologi Sharif juga menanggung dampak serangan yang terjadi sehari sebelumnya. Beberapa gedung departemen di institusi pendidikan bergengsi itu dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang parah. Syukurlah, otoritas kampus mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Rektor universitas, Masoud Tehranchi, menyatakan kekhawatirannya melihat sasaran serangan. Ia menilai agresi ini sebagai upaya sistematis untuk melemahkan fondasi kemajuan Iran.
"Target serangan adalah fasilitas non-militer," ungkap Tehranchi. Ia menambahkan, "Ini menunjukkan upaya musuh untuk menghambat perkembangan infrastruktur teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan di Iran."
Pukulan terhadap Warisan dan Masa Depan
Serangan di dua lokasi strategis ini memberikan gambaran yang kompleks. Di satu sisi, kehancuran Sinagoge Raffi Nia merupakan pukulan terhadap warisan budaya dan sejarah yang telah berdiri lama di Iran. Di sisi lain, kerusakan di Universitas Teknologi Sharif—sebuah kampus penelitian terkemuka yang berdiri sejak 1966—dirasakan sebagai ancaman terhadap kontribusi ilmiah dan masa depan teknologi negara.
Insiden ini, dengan target yang tidak biasa, telah membuka babak baru dalam dinamika konflik yang tengah berlangsung, menyoroti kerentanan situs-situs sipil di tengah ketegangan militer.
Artikel Terkait
Polri Usulkan Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Lebih Ketat dalam RUU
Paus Biru Raksasa Terekam Drone di Perairan Teluk Tomini
KPK Kaji Dokumen Keuangan Sebelum Panggil Ulang Ridwan Kamil
Akademisi: Festival Paskah Kupang Bisa Jadi Katalis Ekonomi dan Wisata Rohani NTT