Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Minggu dengan Iran, Syaratkan Buka Selat Hormuz

- Selasa, 07 April 2026 | 23:50 WIB
Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Minggu dengan Iran, Syaratkan Buka Selat Hormuz

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, menghentikan rencana serangan militer yang telah disiapkan. Pengumuman yang disampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Kamis (13/3) waktu setempat, itu menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah permintaan dari pimpinan Pakistan dan dengan syarat Iran membuka akses Selat Hormuz secara penuh dan aman.

Isi Pernyataan Resmi Presiden Trump

Dalam pernyataan resminya, Presiden Trump menjelaskan alasan di balik keputusan mendadak ini. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk gencatan senjata dua arah yang memberi ruang bagi finalisasi kesepakatan damai jangka panjang.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump.

Ia melanjutkan, “Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah mencapai kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah.”

“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan,” jelasnya lebih lanjut.

Mengakhiri pernyataan, Trump mengungkapkan, “Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!”

Misteri Proposal dan Tuntutan Dibalik Gencatan

Meski Trump menyebut telah menerima proposal 10 poin dari Tehran, rincian substansial dari dokumen tersebut tidak diungkap ke publik. Analisis dari berbagai laporan sebelumnya menunjukkan bahwa inti tuntutan Iran kemungkinan besar adalah jaminan keamanan dan penghentian serangan terhadap wilayah kedaulatannya.

Di sisi lain, kepentingan strategis Amerika Serikat tampak jelas dalam pernyataan tersebut. Pembukaan Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi ekspor minyak global—menjadi prasyarat utama Washington. Selat tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami pembatasan bagi kapal-kapal yang dikaitkan dengan AS dan sekutunya, menimbulkan ketegangan di pasar energi dunia.

Jeda Dua Minggu untuk Perundingan Akhir

Masa gencatan senjata selama 14 hari ini, menurut pengakuan Trump, akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan dan merampungkan kesepakatan damai yang telah dirintis. Klaim bahwa hampir semua poin perselisihan historis telah disepakati menunjukkan bahwa perundingan mungkin telah memasuki tahap akhir yang krusial.

Namun, dalam dinamika hubungan internasional yang kompleks, terutama di kawasan Timur Tengah, jeda singkat ini tetap menyisakan ketidakpastian. Kesuksesannya sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak untuk mematuhi kesepakatan serta kemampuan diplomatik para mediator dalam menyelesaikan detail teknis yang tersisa.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar