IHSG Melonjak Lebih dari 200 Poin di Awal Perdagangan

- Rabu, 08 April 2026 | 02:50 WIB
IHSG Melonjak Lebih dari 200 Poin di Awal Perdagangan

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 8 April 2026, dengan penguatan signifikan. Indeks langsung melonjak lebih dari 200 poin atau 2,89 persen tak lama setelah pembukaan, mencerminkan sentimen positif yang melanda pasar modal domestik di tengah pergerakan beragam bursa saham global.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Pergerakan Awal yang Solid

Pada pukul 09.25 WIB, IHSG tercatat menguat 201,462 poin ke level 7.172,490, setelah sebelumnya dibuka di posisi 7.162,406. Dalam pergerakannya, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.178 dan terendah di 7.118. Meski mayoritas saham tercatat melemah—tepatnya 492 emiten—namun penguatan dari 122 saham lain, terutama yang berkapitalisasi besar, cukup untuk mendorong indeks secara keseluruhan. Volume perdagangan pagi itu terpantau cukup aktif, dengan nilai transaksi mencapai Rp5,009 triliun.

Proyeksi Konsolidasi di Tengah Sinyal Global

Pergerakan mengesankan ini terjadi setelah IHSG mengalami pelemahan tipis pada hari sebelumnya, Selasa (7/4). Analisis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat, sektor finansial waktu itu justru menjadi penopang dengan menguat 0,64 persen, didorong oleh sentimen positif di seputar aksi korporasi beberapa emiten.

Di panggung global, sinyal yang diterima pasar terbilang campuran. Indeks saham utama Amerika Serikat, seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq, ditutup dengan pergerakan yang beragam pada sesi Selasa. Namun, ada catatan penting dari dinamika geopolitik yang memengaruhi sentimen. Ketiga indeks tersebut disebutkan berhasil memulihkan sebagian kerugiannya setelah munculnya pernyataan dari Perdana Menteri Pakistan mengenai upaya diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Menyikapi rangkaian kondisi tersebut, tim riset memberikan proyeksi untuk pergerakan IHSG ke depan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan resisten harian di level 7040 dan support 6950,” ungkap Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim dalam risetnya.

Konteks dan Pengawasan Pasar

Di luar pergerakan harian, pasar juga memperhatikan perkembangan status klasifikasi pasar Indonesia. Lembaga penyedia indeks FTSE dalam review terkininya masih menetapkan Indonesia pada level secondary emerging market, dengan rencana pemantauan lebih lanjut untuk rebalancing konstituen pada pertengahan tahun 2026. Faktor semacam ini turut menjadi pertimbangan analis jangka menengah dalam menilai daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar