PARADAPOS.COM - Sebanyak 140 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP dikerahkan Polda Metro Jaya untuk menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (tanggal tidak disebutkan). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif mengantisipasi potensi kejahatan jalanan, terutama yang masuk dalam kategori 3C: pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Patroli ini juga menyasar gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya, seperti tawuran antarwarga.
Menyasar Titik Rawan di Malam Hari
Patroli yang dipusatkan di wilayah Jakarta Selatan ini tidak dilakukan secara statis. Sebaliknya, personel akan bergerak secara berkeliling atau mobile, menyisir titik-titik yang dinilai rawan kejahatan. Pola pergerakan ini dirancang secara dinamis dan situasional, menyesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan. Fokus utama operasi adalah pada jam-jam rawan, mulai malam hingga dini hari, saat potensi gangguan kamtibmas biasanya meningkat.
Komposisi Personel dan Tujuan Operasi
Dari total 140 personel yang diterjunkan, sebagian besar berasal dari kepolisian. Rinciannya, 100 personel Polri, 30 personel TNI, dan 10 personel Satpol PP. Keterlibatan lintas instansi ini menunjukkan sinergi dalam menjaga keamanan ibu kota.
“Kegiatan ini merupakan langkah rutin yang ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama dari potensi kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kanit 3 Subdit Waster Ditpamobvit Polda Metro Jaya Kompol Miftakhul Huda saat memimpin apel di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Huda menjelaskan bahwa patroli KRYD ini secara spesifik diarahkan untuk mengantisipasi aksi 3C dan potensi tawuran. Pergerakan tim di lapangan tidak kaku, melainkan mengikuti perkembangan situasi.
“Pola pergerakan patroli dilakukan secara dinamis untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lapangan,” lanjutnya.
Dengan kehadiran personel gabungan yang berpatroli secara mobile, Polda Metro Jaya berharap dapat memberikan efek gentar bagi pelaku kejahatan. Lebih dari itu, upaya ini ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Artikel Terkait
Prabowo Nyatakan Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Target Daging Tercapai 4-5 Tahun Lagi
Gubernur Kalteng Tegaskan Efisiensi Anggaran Tak Boleh Hambat Pembangunan Daerah
Tebing Penahan Tanah Longsor di Caringin Bogor, Akses Jalan Tertimbun dan Dua Rumah Terancam
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Belum Pikirkan Maju Lagi di Pilgub 2029, Fokus Tuntaskan Tugas