Operasi SAR Korban Longsor Deli Serdang Resmi Ditutup, 5 Tewas dan 1 Luka

- Kamis, 09 April 2026 | 10:25 WIB
Operasi SAR Korban Longsor Deli Serdang Resmi Ditutup, 5 Tewas dan 1 Luka

PARADAPOS.COM - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk korban tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Kepala Pelaksana BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, mengonfirmasi bahwa bencana yang terjadi pada Selasa malam, 7 April 2026, itu menelan lima korban jiwa dan melukai satu orang.

Fokus Beralih ke Penanganan Pasca-Bencana

Dengan berakhirnya fase tanggap darurat, perhatian kini beralih ke pemulihan. Lokasi kejadian di Desa Sembahe telah diamankan dengan garis polisi untuk mencegah warga mendekati area yang masih berpotensi bahaya. Pemerintah setempat berencana menggelar kerja bakti pembersihan material sisa longsor setelah kondisi lapangan dipastikan stabil.

Kerusakan tidak hanya menimpa permukiman warga. Satu unit fasilitas ibadah juga turut terdampak oleh terjangan material tanah dan bebatuan yang meluncur dari lereng.

Kondisi Akses Jalan Mulai Dipulihkan

Di luar Desa Sembahe, longsor juga mengganggu sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sibolangit. Tim gabungan telah membersihkan material yang menutup jalan di Desa Batu Belin dan Desa Tambunen. Meski begitu, pemulihan belum sepenuhnya tuntas.

Mukti Ali Harahap memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi aksesibilitas di salah satu titik terdampak.

"Di Sibolangit, titik longsor ada di lima desa. Titik longsor di Desa Tambunen saat ini hanya bisa diakses satu jalur," ungkapnya.

Keadaan serupa sempat terjadi di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, di mana jalan penghubung antar kecamatan tertutup material. Jalur tersebut kini telah dapat dilalui kembali berkat upaya percepatan pembersihan.

Antisipasi Bencana Susulan dan Imbauan untuk Warga

Meski operasi SAR utama telah berakhir, kewaspadaan tidak boleh kendur. Cuaca ekstrem yang memicu bencana ini menjadi perhatian serius. BPBD bersama unsur terkait lainnya masih tetap siaga di lapangan untuk memantau perkembangan dan mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, seperti longsor sekunder atau pergerakan tanah lebih lanjut.

Mukti Ali Harahap kembali menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif dari masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan rawan.

"Seluruh titik longsor yang terjadi diawali hujan deras pada Selasa malam. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya di wilayah rawan longsor, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat," jelasnya.

Imbauan ini sekaligus menutup babak tanggap darurat bencana dan membuka fase pemulihan jangka panjang, di mana koordinasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko di masa depan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar