PARADAPOS.COM - Petinju Amerika Serikat Brandon Adams harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami nyeri dada dan pingsan di kamar hotelnya, hanya beberapa jam sebelum ia dijadwalkan menjalani sesi timbang badan. Insiden ini memaksa pembatalan laga eliminasi gelar IBF kelas super welter yang seharusnya ia jalani melawan Caoimhin Agyarko di Las Vegas, AS, pada Sabtu (11/4).
Kondisi Kesehatan Adams dan Pernyataan Resmi
Menurut laporan media tinju terkemuka, kondisi Adams yang mendadak itu terjadi pada pagi hari menjelang pertandingan. Manajernya, Mark Habibi dari Wise Owl Boxing, memberikan konfirmasi langsung mengenai kejadian tersebut. Adams saat ini telah mendapatkan perawatan medis dan sedang menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Habibi menyampaikan bahwa petinju berusia 36 tahun itu sangat kecewa dengan pembatalan ini. "Adams mengalami nyeri dada pagi ini dan pingsan di kamar hotelnya lalu dilarikan ke rumah sakit. Saat ini ia telah dirawat dan sedang menjalani evaluasi. Detail lebih lanjut akan menyusul," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Adams telah berlatih dengan sangat keras dan berkomitmen penuh untuk meraih kesempatan memperebutkan gelar juara dunia. Meski dalam kondisi sendiri, Adams juga dikabarkan turut memikirkan posisi lawannya yang telah jauh-jauh datang.
"Dia berharap dapat mewujudkan pertarungan ini segera setelah pulih," tutur Habibi, menegaskan keinginan Adams untuk kembali ke ring.
Kekecewaan Mendalam dari Pihak Agyarko
Di sisi lain, Caoimhin Agyarko, petinju asal Irlandia yang mempertahankan rekor tak terkalahkannya, menyampaikan kekecewaan yang sangat mendalam melalui unggahan di media sosialnya. Impiannya untuk bertanding di Amerika Serikat pupus secara tiba-tiba.
"Pertama, saya berharap Brandon Adams baik-baik saja dan cepat pulih. Kedua, impian saya telah hancur. Saya telah mencurahkan segenap hati dan jiwa saya ke dalam kamp pelatihan dan pertarungan ini," ungkap Agyarko.
Dia menggambarkan pengorbanan besar yang telah dilakukannya, termasuk menjalani kamp pelatihan intensif selama 14 minggu jauh dari keluarga, dengan biaya yang tidak sedikit. Pembatalan ini tidak hanya menghilangkan momen penting dalam kariernya, tetapi juga membawa ketidakpastian finansial.
"Sekarang saya tidak bisa mewujudkan impian Amerika saya. Saya tidak dibayar dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun yang saya tahu adalah bahwa saya akan menjadi juara dunia suatu hari nanti," tegasnya dengan nada kecewa namun penuh tekad.
Profil dan Rekor Terkini Kedua Petinju
Brandon Adams, yang baru saja membukukan kemenangan penting atas Serhii Bohachuk pada September 2025, memiliki catatan karier yang solid dengan 26 kemenangan (16 di antaranya KO) dan empat kekalahan. Pertandingan yang batal ini seharusnya menjadi langkah krusial menuju gelar dunia untuknya.
Sementara Caoimhin Agyarko datang dengan momentum percaya diri, menjaga rekor tak terkalahnya tetap utuh setelah mengalahkan Ishmael Davis juga pada September lalu. Rekor 18-0 (7 KO) miliknya menunjukkan potensi besar yang kini harus tertunda realisasinya.
Pembatalan mendadak ini menjadi pengingat keras tentang betapa rapuhnya rencana di dunia olahraga tarung, di mana faktor di luar ring—khususnya kesehatan—bisa mengubah segalanya dalam sekejap. Fokus utama kini adalah pemulihan Brandon Adams, sementara dunia tinju menunggu perkembangan lebih lanjut dan kemungkinan penjadwalan ulang pertarungan yang dinantikan ini.
Artikel Terkait
Ibu Mertua Buka Suara: Virgoun dan Lindi Nikah Saat Kandungan 5 Bulan
Prabowo dan Putin Bahas Percepatan Kerja Sama serta Dukungan Rusia untuk BRICS
Anambas Terancam Absen Popda 2026, Anggaran Belum Dialokasikan
Presiden Prabowo Sambut Harapan Diaspora Indonesia di Moskow untuk Perkuat Kerja Sama Pendidikan