Kemenhaj Selesaikan Persiapan Teknis Haji 2026, Waspadai Dampak Kenaikan Avtur

- Minggu, 12 April 2026 | 11:25 WIB
Kemenhaj Selesaikan Persiapan Teknis Haji 2026, Waspadai Dampak Kenaikan Avtur

PARADAPOS.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan persiapan teknis penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah memasuki tahap akhir. Pengecekan final terhadap seluruh lini layanan tengah dilakukan menjelang keberangkatan kloter pertama yang dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026 mendatang. Meski demikian, pihaknya tengah menghadapi tantangan baru akibat fluktuasi harga bahan bakar pesawat yang dipicu ketegangan geopolitik.

Pengecekan Akhir Layanan Menjelang Keberangkatan

Dalam suasana persiapan yang semakin padat, Kemenhaj memastikan bahwa segala persiapan teknis untuk menyambut jemaah haji telah mendekati penyelesaian. Fokus saat ini adalah memastikan setiap detail layanan, mulai dari administrasi hingga logistik di embarkasi, berjalan sesuai rencana sebelum kloter pertama diberangkatkan.

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Hasan Afandi, menegaskan bahwa proses finalisasi tersebut sedang berlangsung. "Persiapan haji sudah hampir selesai. Saat ini kami melakukan pengecekan akhir pada semua layanan," jelasnya.

Tantangan Kenaikan Harga Bahan Bakar Pesawat

Di balik kesiapan teknis yang hampir rampung, muncul kendala eksternal yang berpotensi mempengaruhi anggaran operasional. Harga avtur yang mengalami lonjakan akibat ketidakstabilan situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian serius. Kemenhaj pun tengah melakukan kalkulasi mendalam untuk mengukur dampak riil kenaikan ini terhadap biaya penyelenggaraan.

Hasan Afandi mengakui bahwa hal ini merupakan kendala yang perlu diantisipasi. "Kendala yang mungkin akan berpengaruh adalah kenaikan avtur. Kami sedang menghitung ulang dampaknya terhadap total biaya haji," ungkapnya.

Instruksi Presiden dan Komitmen Pemerintah

Menanggapi isu tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang tegas. Pemerintah meminta agar beban tambahan dari kenaikan biaya penerbangan tersebut tidak dibebankan kepada jemaah haji. Instruksi ini mendorong Kemenhaj bersama kementerian terkait untuk mencari solusi pendanaan alternatif dan melakukan penyesuaian anggaran, dengan prinsip menjaga kualitas pelayanan tanpa membebani negara secara berlebihan.

Ketersediaan Logistik di Tanah Suci Terjamin

Sementara itu, dari sisi penyediaan kebutuhan dasar jemaah, Kemenhaj menyampaikan kabar yang lebih pasti. Seluruh kebutuhan logistik, termasuk konsumsi dan kebutuhan pokok lainnya untuk jemaah selama menunaikan ibadah di Arab Saudi, telah diamankan melalui kontrak yang berlaku hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan ketenangan jemaah, terlepas dari dinamika yang terjadi di sektor lain.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar