PARADAPOS.COM - Sepanjang musim haji tahun ini, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta mengidentifikasi dua modus utama yang digunakan calon jamaah haji nonprosedural untuk berangkat ke Tanah Suci. Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengungkapkan bahwa modus-modus ini kerap dipakai oleh oknum travel untuk mengelabui petugas di lapangan. Temuan ini merupakan hasil dari pengawasan ketat yang dilakukan sejak para calon jamaah tiba di terminal keberangkatan.
Dua Modus yang Terungkap
Modus pertama adalah penyalahgunaan izin wisata. Jerry menjelaskan, calon jamaah berpura-pura hendak berwisata ke negara Asia Tenggara, seperti Kuala Lumpur atau Singapura. Setelah transit di sana, mereka kemudian melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi, baik ke Jeddah maupun Madinah. Pola ini cukup sulit dideteksi pada pandangan pertama karena dokumen perjalanan awal tampak sah untuk tujuan wisata.
Modus kedua, lanjutnya, melibatkan penyalahgunaan Visa Amil Work. Visa kerja resmi dari Pemerintah Arab Saudi ini seharusnya digunakan untuk bekerja secara legal di negara tersebut. Namun, dalam praktiknya, visa tersebut dipakai untuk melaksanakan ibadah haji. Pemegang visa ini biasanya diwajibkan mengurus izin tinggal (iqamah) dan terikat dengan sponsor selama masa kontrak kerja.
"Kedua modus utama ini sering digunakan oleh para oknum 'travel' untuk mengelabui petugas," kata Jerry Prima di Tangerang, Sabtu (30/5).
Peran Sistem Profiling Penumpang
Pengungkapan modus-modus ini tidak lepas dari sinergi antarinstansi. Menurut Jerry, kerja sama antara Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, hingga Kepolisian menjadi kunci utama. Mereka menerapkan sistem profiling penumpang yang dikelola oleh Imigrasi.
"Melalui sistem ini, data penumpang sudah dapat diketahui dan dianalisis bahkan sebelum mereka tiba di bandara untuk melakukan check-in," ujarnya.
Dengan sistem tersebut, petugas dapat memetakan pola perjalanan mencurigakan secara lebih dini. Langkah ini dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak calon jamaah haji ilegal dan oknum travel nakal yang selama ini beroperasi di musim haji.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Andoni Iraola Resmi Tinggalkan Bournemouth, Fabrizio Romano Konfirmasi Bakal Jadi Manajer Liverpool
Veda Ega Pratama Lolos Langsung ke Kualifikasi 2 Moto3 Usai Bangkit dari Posisi 21 di Mugello
Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Sinergi Forkopimda Jaga Stabilitas
16.728 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Mulai Dipulangkan, Garbarata Digunakan untuk Pertama Kali