Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Sinergi Forkopimda Jaga Stabilitas

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:50 WIB
Mendagri Tito Dorong Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Sinergi Forkopimda Jaga Stabilitas
PARADAPOS.COM - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong kepala daerah di Sulawesi untuk memperkuat sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menjaga stabilitas politik, keamanan, dan sosial. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Arahan Bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/5/2026). Menurut Mendagri, stabilitas tersebut menjadi fondasi utama bagi pembangunan dan percepatan pemerataan ekonomi di kawasan yang memiliki posisi strategis sebagai penghubung Indonesia bagian barat dan timur.

Sinergi Forkopimda Kunci Eksekusi Program

Dalam arahannya di hadapan para pemimpin daerah, Tito Karnavian menekankan bahwa kekompakan antar unsur pemerintahan menjadi syarat mutlak untuk mengeksekusi berbagai program, baik dari pemerintah pusat maupun inisiatif kepala daerah. "Semua masalah hampir semuanya bisa selesai, baik masalah keamanan dan lain-lain termasuk juga program-program dari Presiden, pemerintah pusat atau program-programnya kepala daerah bisa dieksekusi baik kalau seandainya ada kekompakan," ujarnya. Ia menambahkan, Sulawesi memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, tanpa situasi yang aman dan kondusif, seluruh potensi itu tidak akan bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, stabilitas keamanan dan politik di wilayah Sulawesi harus terus dijaga secara kolektif.

Keamanan Bukan Hanya Tugas Pusat

Mendagri menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berjalan tanpa jaminan keamanan. Menjaga keamanan, lanjutnya, bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga menjadi kewajiban pemerintah daerah bersama seluruh unsur Forkopimda. "Keamanan perlu dirawat. Kesehatan enggak datang tiba-tiba, keamanan enggak datang tiba-tiba, betapa mahalnya sehat setelah kita sakit, betapa mahalnya aman setelah tidak aman," tegasnya. Ia mengingatkan pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi. Menurutnya, peristiwa itu menjadi pelajaran berharga mengenai betapa mahalnya harga sebuah keamanan yang hilang.

Pererat Komunikasi dan Aktifkan FKUB

Untuk mencegah terulangnya konflik serupa, Mendagri mendorong unsur Forkopimda mempererat hubungan dan komunikasi. Pertemuan rutin maupun kegiatan informal dinilai efektif untuk memperkuat kerja sama antar lembaga. Selain itu, Tito Karnavian juga meminta para kepala daerah untuk mengaktifkan kembali Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Berdasarkan pengalaman penanganan konflik di berbagai wilayah, FKUB terbukti berperan penting dalam menjaga kerukunan dan mencegah konflik berlatar belakang agama berkembang menjadi gangguan sosial yang lebih luas.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar