16.728 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Mulai Dipulangkan, Garbarata Digunakan untuk Pertama Kali

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:25 WIB
16.728 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Mulai Dipulangkan, Garbarata Digunakan untuk Pertama Kali
PARADAPOS.COM - Sebanyak 16.728 jemaah haji Embarkasi Makassar mulai memasuki Asrama Haji Sudiang pada 1 Juni 2026, menandai dimulainya fase pemulangan mereka ke Tanah Air. Kelompok terbang (Kloter) pertama yang tiba di asrama berasal dari Kabupaten Soppeng, dan dijadwalkan bertolak dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada pukul 03.00 waktu setempat. Rencananya, pesawat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Maros, sekitar pukul 22.30 WITA pada hari yang sama. Kepastian jadwal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, di Kota Makassar pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Kesiapan Penuh PPIH dan Inovasi Layanan Kedatangan

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut kepulangan para jemaah. Ikbal Ismail menegaskan bahwa seluruh aspek pelayanan telah dirampungkan, mulai dari logistik hingga koordinasi dengan otoritas bandara. Suasana di Asrama Haji Sudiang pun mulai terlihat sibuk, dengan para petugas yang siap mengarahkan jemaah menuju area transit. Salah satu perubahan signifikan dalam proses kedatangan tahun ini adalah penggunaan garbarata. Untuk pertama kalinya, jemaah Debarkasi Makassar tidak perlu lagi menuruni tangga pesawat di apron bandara. Sebagai gantinya, mereka akan langsung melangkah ke terminal melalui jembatan penghubung yang lebih nyaman. "Ini merupakan peningkatan layanan bagi jemaah. Jemaah yang sehat akan langsung menuju terminal melalui garbarata," jelas Ikbal. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan, terutama setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi. Sementara itu, bagi jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda, PPIH telah menyiapkan layanan khusus berupa akses lift dan pendampingan petugas hingga tiba di Asrama Haji Makassar.

Mekanisme Pemulangan dan Imbauan bagi Keluarga

Setelah tiba di Asrama Haji Makassar, para jemaah akan melalui proses penerimaan resmi di Aula Arafah. Pola ini masih mengacu pada mekanisme yang telah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya, jemaah akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau kota masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal. Ikbal mengimbau keluarga jemaah agar tidak memadati kawasan Asrama Haji saat proses penjemputan. Khusus bagi jemaah yang berasal dari luar wilayah Makassar, Gowa, dan Maros, proses pemulangan akan dikoordinasikan sepenuhnya oleh panitia daerah masing-masing. Ia menekankan pentingnya ketertiban agar arus pemulangan berjalan lancar. "Setiap jemaah telah memperoleh jatah air zamzam sebanyak lima liter yang akan didistribusikan melalui mekanisme resmi. Karena itu, kami berharap jemaah tidak lagi membawa air zamzam di dalam koper bagasi," ungkapnya. Peringatan ini disampaikan karena air zamzam dalam bagasi kerap memicu pemeriksaan tambahan yang berujung pada pembongkaran koper oleh petugas. Ikbal berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan sehingga proses pemulangan berlangsung aman dan nyaman.

Kondisi Jemaah dan Harapan Kepulangan

Secara umum, kondisi jemaah asal Sulawesi Selatan yang masih berada di Arab Saudi dilaporkan dalam keadaan baik. Proses pemulangan dipastikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ikbal menambahkan bahwa koordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan berarti. “Kami berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat,” harapnya. Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, PPIH Embarkasi Makassar optimistis bahwa proses pemulangan tahun ini akan berjalan lebih lancar dan nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para jemaah pun diharapkan dapat menikmati perjalanan pulang tanpa kendala berarti.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar