Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 75 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi, Kaitkan dengan Jaringan Fredy Pratama

- Senin, 13 April 2026 | 14:25 WIB
Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 75 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi, Kaitkan dengan Jaringan Fredy Pratama

PARADAPOS.COM - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah sangat besar yang diduga terkait jaringan internasional. Operasi yang bermula dari pengembangan kasus di Banjarmasin ini mengamankan lebih dari 75 kilogram sabu dan puluhan ribu pil ekstasi, serta menangkap dua orang yang diduga berperan sebagai kurir.

Barang Bukti Fantastis dan Keterkaitan Jaringan Internasional

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Senin, 13 April 2026, jajaran Polda Kalsel membeberkan hasil operasi yang disebut sebagai prestasi gemilang. Barang bukti yang disita mencapai 75,2 kilogram sabu dan 15.742 butir pil ekstasi. Pengungkapan kasus ini, menurut Kapolda, merupakan buah dari penyelidikan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa dua pelaku yang berhasil diamankan di Sumatera memiliki koneksi dengan jaringan yang lebih besar.

"Hari ini kita merilis barang bukti sabu seberat 75,2 kg dan ekstasi sebanyak 15.742 butir. Dari hasil pengungkapan ini, diketahui bahwa dua orang yang tertangkap terakhir merupakan kurir dari jaringan narkoba Fredy Pratama yang saat ini masih DPO," jelasnya.

Apresiasi dan Imbauan dari Ketua DPRD

Kehadiran Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Dr. (HC) H. Supian HK, dalam rilis tersebut menegaskan keseriusan semua pihak dalam memerangi narkoba. Ia memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras aparat. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan kepolisian, jumlah sabu yang disita disebut dapat menjangkau ratusan ribu orang, sebuah angka yang menggambarkan betapa besarnya ancaman yang berhasil dicegah.

"Ini adalah prestasi luar biasa. Ratusan ribu orang bisa diselamatkan dengan diamankannya barang bukti ini. Saya mengimbau masyarakat dan para orang tua agar selalu waspada terhadap ancaman darurat narkoba yang mengintai anak-anak kita," tutur Supian HK.

Pemusnahan Simbolis dan Komitmen Berkelanjutan

Sebagai bentuk transparansi dan tekad untuk membersihkan wilayah dari barang haram, Polda Kalsel melakukan pemusnahan simbolis terhadap sebagian sampel barang bukti di tempat kejadian perkara. Dengan disaksikan perwakilan Forkopimda, Kapolda dan Ketua DPRD secara langsung menghancurkan narkotika tersebut menggunakan alat berat, sebuah visualisasi yang kuat tentang komitmen penghancuran total.

Keberhasilan operasi ini diharapkan menjadi pesan tegas kepada semua pihak yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika. Polda Kalsel menyatakan komitmennya untuk terus memburu sisa-sisa jaringan, termasuk Fredy Pratama yang masih buron, demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kalimantan Selatan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar