Banjir Grogol Sukoharjo, Bantuan Makanan Sekolah Dialihkan untuk Korban

- Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB
Banjir Grogol Sukoharjo, Bantuan Makanan Sekolah Dialihkan untuk Korban

PARADAPOS.COM - Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (15 April 2026) memaksa otoritas setempat mengambil langkah darurat. Untuk memastikan keamanan siswa, beberapa sekolah terpaksa diliburkan. Menanggapi situasi ini, pemerintah kecamatan dengan sigap mengalihkan ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang semula ditujukan untuk siswa, guna membantu warga yang rumahnya terendam air.

Strategi Pengalihan Bantuan di Tengah Genangan

Genangan air yang merendam permukiman di wilayah utara dan barat Grogol, seperti Desa Manang, Banaran, dan Sanggrahan, menciptakan urgensi penanganan yang cepat. Melihat sekolah-sekolah diliburkan dan stok makanan siap santap tersedia, Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, memutuskan untuk mendistribusikan paket MBG kepada korban banjir. Paket makanan tersebut dikemas dalam wadah praktis untuk memudahkan penyaluran.

Herdis menjelaskan langkah yang diambilnya. "Tadi kita dropping sementara kalau sarapan. Kita pakai strategi pengalihan MBG. Kurang lebih tadi hampir 5.000-an," tuturnya di Sukoharjo.

Dampak Banjir pada Aktivitas Sekolah

Keputusan meliburkan sekolah bukan tanpa alasan. Beberapa lokasi pendidikan terdampak langsung oleh luapan air sejak dini hari, menimbulkan risiko bagi perjalanan dan keamanan anak-anak. Herdis menyebutkan contoh konkret, seperti SMP 2 Grogol di Sanggrahan dan sejumlah SD, yang terpaksa menghentikan aktivitas belajar-mengajar.

"Karena kebetulan sekolahnya juga libur. Jadi misal SMP, SMP 2 Grogol yang di Sanggrahan ya. Terus SD, SD juga yang terdampak langsung memang dari dini hari sudah diimbau dari dinas untuk diliburkan. Karena cukup berisiko," bebernya.

Kondisi Warga dan Harapan ke Depan

Saat ini, kondisi warga terdampak terbagi. Sebagian masih bertahan di tempat pengungsian sementara, sementara yang lain sudah mulai kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa genangan. Pemantauan terus dilakukan terhadap titik-titik yang masih tergenang, termasuk di daerah Kewarasan, Gedangan, Langenharjo, dan Cemani.

Harapan utama kini tertumpu pada kondisi Sungai Bengawan Solo. Herdis menegaskan bahwa penyebab genangan adalah luapan dari anak-anak sungai tersebut.

"Kita berharap Sungai Bengawan Solo segera turun elevasinya. Sehingga air ini bisa masuk karena ini kan meluap itu menggenangi adalah anak Sungai Bengawan Solo," imbuhnya.

Langkah pengalihan bantuan pangan ini menunjukkan respons adaptif pemerintah setempat dalam situasi darurat, memanfaatkan sumber daya yang ada untuk langsung meringankan beban masyarakat yang paling terdampak.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar