PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 16 April 2026, dengan sentimen positif, melanjutkan pergerakan pasar yang dipantau ketat oleh investor. Penguatan ini terjadi di tengah bayang-bayang aksi jual asing sehari sebelumnya dan mengikuti tren naik mayoritas bursa saham global, termasuk Wall Street yang mencatatkan rekor tertinggi baru.
Pergerakan IHSG di Awal Sesi
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG langsung melesat ke zona hijau, menguat 71,644 poin atau 0,94 persen ke level 7.695,231. Pergerakan indeks tercatat cukup dinamis, dengan level tertinggi hari ini menyentuh 7.705 dan terendah di 7.663. Penguatan ini memberikan sedikit kelegaan setelah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026), IHSG tercatat melemah 0,68 persen.
Analisis harian dari tim riset BNI Sekuritas mencatat, pelemahan kemarin turut disertai dengan aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp1,23 triliun. Aksi jual tersebut terutama menyasar saham-saham blue chip seperti BBRI, BBCA, BMRI, ANTM, dan ENRG.
Sentimen Global yang Mendukung
Pasar domestik mendapat angin segar dari kinerja bursa saham Amerika Serikat. Pada sesi Rabu waktu setempat, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,80 persen dan 1,59 persen, bahkan mencatatkan rekor tertinggi baru (all time high). Kenaikan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran investor terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, mendorong perpindahan dana kembali ke aset berisiko.
Sentimen optimis dari Wall Street kemudian berimbas positif ke kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan hari ini. Sejumlah bursa utama di regional menunjukkan performa menguat, dipimpin oleh Kospi Korea Selatan yang melonjak 2,07 persen dan Kosdaq yang melesat 2,72 persen. Bursa Jepang, Hong Kong, dan Taiwan juga mencatatkan kenaikan, meski dengan variasi persentase yang berbeda-beda.
Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Menyikapi dinamika pasar yang kompleks ini, analis memberikan proyeksi kehati-hatian untuk pergerakan IHSG ke depan. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyampaikan pandangannya secara terpisah.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut di atas, IHSG berpotensi bergerak sideways di area 7.500-7.700. Diperkirakan support IHSG: 7.500-7.600 dan Resist IHSG: 7.650-7.770,” ungkapnya.
Berdasarkan analisis teknikal dan kondisi pasar, tim riset BNI Sekuritas juga mengidentifikasi beberapa saham yang berpotensi menjadi trading idea untuk hari ini. Rekomendasi ini disertai dengan level beli, target, dan cut loss yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh para trader.
Enam Rekomendasi Trading Idea
1. SRTG
Rekomendasi: Spec Buy. Area beli: Rp1.800-Rp1.805. Cut loss: di bawah Rp1.780. Target dekat: Rp1.820-Rp1.840.
2. CUAN
Rekomendasi: Spec Buy. Area beli: Rp1.485-Rp1.495. Cut loss: di bawah Rp1.470. Target dekat: Rp1.515-Rp1.535.
3. ENRG
Rekomendasi: Spec Buy. Area beli: Rp1.800-Rp1.835. Cut loss: di bawah Rp1.780. Target dekat: Rp1.860-Rp1.890.
4. PADI
Rekomendasi: Spec Buy. Area beli: Rp127. Cut loss: di bawah Rp122. Target dekat: Rp130-Rp134.
5. SCMA
Rekomendasi: Buy on Weakness. Area beli: Rp272-Rp282. Cut loss: di bawah Rp270. Target dekat: Rp286-Rp296.
6. ESSA
Rekomendasi: Spec Buy. Area beli: Rp775-Rp785. Cut loss: di bawah Rp765. Target dekat: Rp810-Rp830.
Artikel Terkait
BPJPH dan LPS Kolaborasi Perkuat Laboratorium Halal Nasional
PSSI dan I.League Susun Peta Jalan Kompetisi Hingga Musim 2026/2027
Gubernur DKI Tetapkan Kepulauan Seribu sebagai Prioritas Strategis Pembangunan
Harga Pupuk Urea Global Melonjak 86% Didorong Biaya Gas Alam dan Gangguan di Selat Hormuz