Harga Pangan Kalsel Stabil Jelang Ramadan, Cabai Alami Fluktuasi

- Senin, 09 Februari 2026 | 16:25 WIB
Harga Pangan Kalsel Stabil Jelang Ramadan, Cabai Alami Fluktuasi

PARADAPOS.COM - Harga sejumlah bahan pokok di Kalimantan Selatan masih terpantau stabil berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan setempat pada Senin, 9 Februari 2026. Meski demikian, fluktuasi harga masih terjadi pada beberapa komoditas hortikultura, seperti cabai. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk gerakan pasar murah, untuk menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.

Stabilitas Harga Beras dan Minyak Goreng

Kondisi pasar untuk komoditas utama seperti beras dan minyak goreng menunjukkan tren yang cukup terkendali. Beras medium dari Bulog dilaporkan stabil di sejumlah wilayah, sementara harga beras premium di tingkat provinsi berkisar pada Rp12.167 per kilogram. Di Kota Banjarmasin, minyak goreng curah kuning dijual sekitar Rp16.400 per liter, dan Minyakita berada di kisaran Rp17.000 per liter. Harga-harga ini dinilai masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Gejolak pada Komoditas Hortikultura

Situasi yang sedikit berbeda terlihat pada sektor hortikultura. Komoditas seperti cabai merah keriting justru mengalami penurunan harga menjadi sekitar Rp49.091 per kilogram di tingkat provinsi. Sementara itu, harga bawang merah bertahan di angka Rp30.846 per kilogram. Fluktuasi seperti ini dinilai wajar dan kerap dipengaruhi oleh faktor distribusi serta volume pasokan dari daerah penghasil.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengakui adanya dinamika harga pada beberapa barang kebutuhan pokok. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong normal.

“Memang kita akui gejolak harga bahan pokok di pasar terjadi pada beberapa komoditas seperti ayam pedaging, telur, dan cabai. Karena itu masyarakat perlu bijak dan memperhitungkan kebutuhan saat berbelanja,” jelasnya.

Pengawasan Intensif dan Persiapan Menyambut Ramadan

Untuk memastikan keterjangkauan pangan, jajaran pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan. Mereka secara aktif turun ke lapangan melakukan pengawasan. Ahmad Bagiawan menyebutkan, upaya ini dilakukan bersama Tim Satgas Pangan atau Tim Saber Polda Kalimantan Selatan, dengan melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bulog.

Menjelang Ramadan, sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan. Fokusnya adalah pada penguatan distribusi logistik dan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah di berbagai titik.

“Gerakan pasar murah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat menjelang Ramadan, agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau,” ungkap Bagiawan.

Imbauan untuk Masyarakat

Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa harga komoditas lain seperti daging ayam ras, telur ayam, dan ikan segar masih berada dalam rentang normal. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk bersikap rasional dalam berbelanja. Pembelian secara berlebihan justru berpotensi mengganggu kestabilan pasokan dan harga di pasar.

Pemantauan berkala akan terus dilakukan sebagai bagian dari mitigasi inflasi daerah. Tujuannya jelas: memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan selama bulan Ramadan nanti.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar