PARADAPOS.COM - Direksi I.League turut serta dalam Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang digelar di Jakarta, membahas arah dan penguatan ekosistem kompetisi sepak bola Indonesia. Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PSSI Erick Thohir ini fokus pada penyusunan peta jalan untuk berbagai tingkatan liga, mulai dari Super League, Championship, hingga kompetisi usia dini, demi menciptakan fondasi yang lebih solid untuk sepak bola nasional.
Persiapan Strategis Menuju Musim 2026/2027
Rapat yang juga dihadiri Wakil Ketua Umum dan anggota Exco PSSI ini menempatkan persiapan kompetisi musim 2026/27 sebagai agenda inti. Langkah penetapan regulasi lebih awal ini dinilai sebagai strategi bersama untuk memberikan kepastian dan ruang perencanaan yang lebih matang bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, proses penyelenggaraan liga diharapkan bisa berjalan lebih terukur dan terintegrasi.
Koordinasi yang erat juga ditekankan dalam hal sinkronisasi kalender. PSSI dan I.League berkomitmen untuk menyelaraskan jadwal kompetisi dengan agenda tim nasional, program organisasi, serta berbagai event lainnya. Pendekatan ini mencerminkan upaya serius menuju tata kelola sepak bola yang lebih profesional dan terkoordinasi.
Membaca Tren Kompetisi dan Kolaborasi Global
Dalam paparannya, Direktur Utama I.League Ferry Paulus memberikan gambaran perkembangan kompetisi yang berjalan. Ia menyoroti peningkatan kualitas pertandingan yang terlihat dari data lapangan.
“Super League hingga saat ini telah memainkan 243 pertandingan yang menunjukkan peningkatan rivalitas dan kompetitivitas. Dari 20% pada musim lalu, kini meningkat menjadi 30%. Championship juga mengalami kenaikan signifikan, salah satu pemicunya adalah implementasi VAR,” ungkap Paulus.
Data sementara yang dirilis memperkuat analisis tersebut. Di Super League, kemenangan tandang (Away Win) mencapai 30,45%, sementara di Championship angkanya 29,57%. Persentase ini, ditambah dengan peningkatan jumlah hasil imbang, mengindikasikan persaingan yang semakin ketat dan seimbang di antara peserta liga.
Tak hanya fokus pada perkembangan domestik, I.League aktif menjajaki kerja sama internasional. Upaya menjalin kolaborasi strategis dengan liga-liga top Eropa dan Asia seperti Eredivisie, La Liga, J.League, dan Bundesliga sedang digalakkan. Sinergi dengan FIFA dalam aspek manajemen suporter dan keamanan pertandingan juga terus diperkuat, menunjukkan keseriusan dalam mengadopsi standar terbaik dunia.
Inovasi dan Pengembangan Kompetisi
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem, PSSI bersama I.League tengah mematangkan rencana penyelenggaraan kejuaraan tambahan. Turnamen yang dirancang untuk berjalan paralel dengan kompetisi liga reguler ini bertujuan memberikan lebih banyak ruang bermain dan peningkatan kualitas bagi para pemain. Rencana ini menunjukkan visi untuk terus berinovasi dalam format kompetisi guna mendorong kemajuan sepak bola tanah air secara lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Ingatkan Warga Antisipasi Ancaman Pangan dan ISPA dari El Nino 2026
Imigrasi Soekarno-Hatta Siap Layani 35 Ribu Jemaah Haji Mulai 22 April 2026
Basarnas Kerahkan Tim Gabungan Cari Helikopter Hilang di Kalbar
RUU Sistranas Dinilai Kunci Atasi Lemahnya Integrasi dan Ketergantungan Kendaraan Pribadi