Wali Kota Makassar Soroti Pentingnya Kualitas Hasil di Balik Realisasi APBD 11,07%

- Kamis, 16 April 2026 | 08:00 WIB
Wali Kota Makassar Soroti Pentingnya Kualitas Hasil di Balik Realisasi APBD 11,07%

PARADAPOS.COM - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar pada triwulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp465 miliar, atau 11,07 persen dari total pagu anggaran Rp4,2 triliun. Capaian ini, yang disertai realisasi fisik sebesar 11,36 persen, menjadi fokus utama dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Kamis (16/04/2026).

Monev Sebagai Instrumen Pengendalian Program

Dalam rapat yang dihadiri jajaran perangkat daerah itu, Wali Kota Munafri menegaskan bahwa monev bukan sekadar rutinitas pelaporan. Forum ini berfungsi sebagai instrumen vital untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Ia mengungkapkan, masih ditemui ketidaksinkronan antara perencanaan yang dibuat di atas kertas dengan pelaksanaannya di lapangan.

“Perencanaan itu harus jelas bagaimana bentuknya, dan setelah direncanakan, pola eksekusinya seperti apa,” tegas Munafri.

Fokus pada Outcome, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Munafri menggarisbawahi bahwa keberhasilan pengelolaan APBD tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat anggaran terserap. Yang lebih penting adalah kualitas hasil atau outcome yang dihasilkan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengalihkan fokus dari sekadar aktivitas menuju dampak kinerja yang terukur, khususnya dalam peningkatan layanan publik, penguatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting di triwulan pertama bukan capaiannya, tapi ketepatan arah,” ujarnya menambahkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dan menghindari pemborosan anggaran. Untuk memperbaiki pola kerja yang masih berorientasi aktivitas, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antar sektor. Selain itu, indikator kinerja yang jelas dan evaluasi yang menghasilkan keputusan perbaikan konkret dinilai krusial agar pelaksanaan program tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.

Trend Positif Realisasi Pendapatan Daerah

Sementara itu, laporan dari Kepala Bappeda Kota Makassar, Muh. Dahyal, memberikan sinyal positif. Realisasi pendapatan daerah hingga triwulan I telah mencapai Rp1,041 triliun, atau 22,14 persen dari target Rp4,7 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya, yang sebesar 20,91 persen.

“Tren tersebut menunjukkan kinerja pengelolaan pendapatan daerah yang semakin baik,” ungkap Dahyal.

Ia juga menyampaikan bahwa program-program prioritas daerah, baik yang bersumber dari agenda nasional maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, hingga saat ini berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Memastikan Pembangunan Tepat Sasaran

Secara keseluruhan, rapat monev triwulan ini berperan sebagai momentum koreksi dan penajaman arah. Tujuannya jelas: memastikan setiap rupiah anggaran daerah dikelola dengan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan akuntabilitas, sehingga pembangunan Kota Makassar tetap berada pada rel yang tepat dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan kota dan kehidupan warganya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar