PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengingatkan warga Ibu Kota untuk bersiap menghadapi dampak fenomena El Nino "Godzila" yang diprediksi terjadi pada April 2026. Dalam pernyataannya di Balai Kota, Kamis (16/4), Pramono menyoroti dua ancaman utama yang perlu diantisipasi: potensi gangguan pada ketersediaan pangan dan peningkatan kasus penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Peringatan ini disampaikan sebagai langkah awal pemerintah provinsi untuk menyusun strategi pencegahan.
Dua Ancaman Utama El Nino "Godzila"
Dalam paparannya, Pramono Anung secara tegas memetakan dua isu kritis yang dipicu oleh fenomena iklim ekstrem tersebut. Fokus pertama adalah pada ketahanan pangan, sementara yang kedua menyangkut kesehatan masyarakat, dengan ISPA sebagai penyakit yang paling dikhawatirkan akan mengalami lonjakan kasus.
"Untuk El Nino, yang paling akan menjadi isu utama ada dua. Yang pertama yang menyangkut ketersediaan pangan. Yang kedua adalah masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan ISPA," ungkapnya.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh jajaran terkait, termasuk Dinas Kesehatan. Pramono menegaskan bahwa pendekatan yang diambil akan bersifat preventif.
"Antisipasi untuk menghadapi El Nino bagi Pemerintah DKI Jakarta kita akan melakukan tindakan preventif. Itu lebih baik daripada kejadian di lapangan," tegas Gubernur.
Dampak Kesehatan yang Diperkirakan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme ancaman kesehatan dari El Nino "Godzila". Menurutnya, fenomena ini akan membawa serangkaian kondisi ekstrem secara bersamaan, mulai dari kenaikan suhu udara, kekeringan, hingga penurunan kualitas udara yang signifikan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang berpotensi membebani sistem kesehatan.
"Suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru," jelas Ani.
Ia menambahkan, penurunan kualitas udara, yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi partikulat halus (PM2.5), dapat menjadi pemicu utama lonjakan kasus ISPA. Kelompok usia rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyintas penyakit pernapasan kronis diperkirakan akan paling terdampak.
Imbauan Preventif bagi Warga
Untuk memitigasi risiko tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyusun sejumlah imbauan praktis bagi masyarakat. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengurangi paparan langsung terhadap cuaca ekstrem dan menjaga daya tahan tubuh.
Warga diimbau untuk secara disiplin memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area dengan polusi udara tinggi. Membatasi aktivitas fisik di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, juga sangat dianjurkan.
"Gunakan pelindung diri seperti topi atau payung bila berada di luar ruangan. Selain itu gunakan tabir surya dan ikuti informasi terkait pantauan cuaca dari BMKG," lanjut Ani Ruspitawati.
Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan kolektif warga Jakarta, sehingga dampak buruk El Nino "Godzila" terhadap kesehatan dapat ditekan sekecil mungkin melalui upaya pencegahan sejak dini.
Artikel Terkait
KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bupati Tulungagung
Dokter Mata Ingatkan Bahaya Screen Time dan Rokok bagi Kesehatan Visual
Program Sekolah Rakyat Buka Peluang bagi Pemuda Bekasi Lanjutkan Pendidikan
Motor Listrik Jarak Jauh Mulai Hadir, Klaim Tempuh 300 Kilometer