PARADAPOS.COM - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) terpilih periode 2026–2030, Fauzan Zidni, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (16 April 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional dan membangun visi bersama agar karya sineas Indonesia semakin kompetitif di panggung global.
Harapan untuk Energi Baru dan Ekosistem yang Inklusif
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli Zon menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Fauzan Zidni secara aklamasi. Ia menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru BPI ini dapat membawa energi segar bagi industri kreatif tanah air. Lebih dari itu, Fadli Zon menekankan bahwa kemajuan film nasional harus memberikan dampak nyata dan merata bagi seluruh rantai produksinya, mulai dari sutradara, penulis skenario, hingga kru teknis di belakang layar.
“Kami berharap kepemimpinan ini dapat membawa energi baru dalam memajukan perfilman nasional, seperti penjajakan kerja sama dan koordinasi untuk pemajuan film kita. Penguatan ekosistem film juga harus mencakup seluruh aspek,” tutur Fadli Zon dalam keterangan resmi, Kamis (16 April 2026).
Ia menegaskan peran BPI sebagai jembatan vital antara pemerintah dan para pelaku industri. Kolaborasi yang erat dan sinergis ini dinilai sebagai fondasi utama untuk menciptakan iklim perfilman yang tidak hanya produktif, tetapi juga sehat, inklusif, serta transparan.
Mendorong Film Indonesia sebagai Alat Diplomasi Budaya
Di luar pembahasan penguatan internal, audiensi ini juga menyoroti ambisi untuk menginternasionalkan karya film Indonesia. Menteri Kebudayaan mendorong agar industri perfilman nasional lebih percaya diri dan agresif dalam bersaing di kancah global. Keikutsertaan film Indonesia dalam berbagai festival bergengsi dunia, menurutnya, bukan sekadar prestasi, melainkan instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif.
“Kehadiran film Indonesia di festival internasional menunjukkan kekayaan narasi dan identitas bangsa di mata dunia. Kami berharap film Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mendunia,” ungkapnya menambahkan.
Menyongsong Pelantikan dan Membangun Konsolidasi
Pertemuan di kantor Kementerian Kebudayaan itu turut membahas persiapan teknis menuju pelantikan resmi Ketua BPI serta penyusunan struktur pengurus untuk periode 2026-2030. Fadli Zon berpesan agar momen pelantikan nanti dapat dimanfaatkan sebagai titik awal konsolidasi yang solid, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan bukan sekadar acara seremonial belaka.
Ia juga menekankan pentingnya komposisi pengurus yang merepresentasikan keberagaman profesi di industri film. Dengan demikian, BPI diharapkan dapat menjadi organisasi yang lebih responsif dan mampu menangkap dinamika serta tantangan industri yang terus bergerak cepat.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, serta Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti. Kehadiran para pejabat eselon I ini menggarisbawahi perhatian serius pemerintah terhadap masa depan industri film nasional.
Sebagai penutup, Menteri Fadli Zon kembali menegaskan harapannya agar BPI dapat menjadi pilar penopang pemajuan kebudayaan Indonesia, dengan misi ganda: memastikan film Indonesia berjaya di pasar domestik sekaligus menjadi pemain yang disegani dalam percaturan perfilman internasional.
Artikel Terkait
Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Malaysia, Peluang ke Semifinal Piala AFF Menipis
KSAD Laporkan Penyelesaian 300 Jembatan Gantung dan Rehabilitasi Sekolah ke Presiden Prabowo
Mobil Damkar Cianjur Terguling Saat Menuju Lokasi Kebakaran, Tiga Petugas Luka