Wali Kota Solo Dorong Sinergi Pemda dan Bank Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan

- Jumat, 17 April 2026 | 06:25 WIB
Wali Kota Solo Dorong Sinergi Pemda dan Bank Daerah untuk Pembiayaan Pembangunan

PARADAPOS.COM - Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara gala dinner yang menjadi bagian dari rangkaian Undian Tabungan Simpeda Nasional di Kota Solo, Kamis (16/4/2026) malam. Acara yang dihelat oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dengan tuan rumah Bank Jateng ini dihadiri oleh jajaran direksi bank pembangunan daerah se-Indonesia.

Sinergi Kunci Hadapi Tantangan Fiskal

Dalam pidatonya di Pendopo Agung Balaikota Surakarta, Wali Kota yang akrab disapa Respati Ardi itu mengapresiasi dipilihnya Solo sebagai tuan rumah acara nasional. Ia melihat momentum ini sebagai peluang untuk mempererat kemitraan strategis. Menurutnya, di tengah berbagai tekanan fiskal dan kebutuhan efisiensi anggaran, kerja sama yang solid antara pemda dan perbankan daerah merupakan faktor penentu kelancaran pembangunan.

Respati secara khusus mendorong agar BPD dapat lebih aktif membiayai sektor-sektor potensial, seperti ekonomi kreatif dan pariwisata. Ia pun mempromosikan karakteristik unik Kota Solo sebagai daya tariknya.

"Terima kasih, Bapak dan Ibu sekalian, sudah berkenan ke Solo. Jadi kalau di Solo ini memang tempat fancy-nya adalah wedangan, Pak. Kuliner wedangannya boleh biasa, Pak. Tetapi obrolan-obrolannya kalau di Solo itu memengaruhi nasional," ujar Respati Ardi.

Lebih lanjut, ia menggambarkan Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa yang berpengaruh dengan semangat "The Spirit of Java".

Promosi "Slow Living" dan Wellness Tourism

Wali Kota kemudian memperkenalkan konsep "slow living" sebagai nilai jual utama kota yang dipimpinnya. Gaya hidup yang lebih tenang dan penuh makna, menurutnya, menjadi penawar bagi kejenuhan dari kehidupan metropolitan.

"Kota Solo ini kota yang slow living, Pak. Jadi jika Bapak-Ibu lelah dengan kehidupan Jakarta, hidup ikut kota metropolitan, Kota Solo adalah kota penuh rindu untuk mengobati kejiwaan," tuturnya.

Tak berhenti di situ, Pemerintah Kota Surakarta juga sedang mengembangkan wisata kesehatan atau wellness tourism sebagai penggerak ekonomi baru. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

"Kami sedang menggagas wellness tourism yang ini menjadi pusat ekonomi baru dan juga penciptaan lapangan kerja yang baru ke depannya," jelasnya.

Di akhir sambutan, Respati mengajak seluruh tamu undangan untuk berkunjung kembali ke Solo bersama keluarga, sekaligus menegaskan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut.

Momentum Konsolidasi Nasional Bank Daerah

Sementara itu, Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, menilai pertemuan di Surakarta ini memiliki makna strategis yang mendalam. Ia menyebut acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menyatukan visi dan langkah seluruh BPD di tanah air.

"Pertemuan kita di Surakarta ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rangkaian acara. Ini adalah momentum konsolidasi nasional BPD, di mana kita menyatukan langkah, menyamakan arah, dan memperkuat sinergi," tegas Agus.

Agus menekankan bahwa di tengah tantangan industri yang kompleks, BPD harus bergerak sebagai satu kekuatan kolektif yang solid. Ia meyakini, fondasi ekonomi nasional sangat bertumpu pada kekuatan daerah, sehingga peran bank pembangunan daerah menjadi krusial dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Soliditas dan Inovasi di Tengah Transformasi

Pandangan senada disampaikan oleh Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas asosiasi di tengah tekanan ekonomi global dan percepatan transformasi digital.

"Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian tidak hanya membawa keceriaan tetapi juga semangat baru bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Acara malam ini adalah bukti nyata bahwa sinergitas asosiasi bank daerah tetap terjaga dengan sangat-sangat solid," kata Bambang.

Bambang menegaskan bahwa hubungan antar BPD harus bersifat saling menguatkan, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan. Ia juga mendorong terus dilakukan inovasi agar produk andalan seperti Tabungan Simpeda tetap relevan dan menjadi pilihan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Kita terus melangkah beriringan, saling menguatkan, tidak bersaing tetapi terus bersanding dan membuktikan bahwa Bank Pembangunan Daerah adalah pilar utama yang tak tergoyahkan dalam menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing," imbuhnya.

Rangkaian Acara Berlanjut dengan Seminar Strategis

Gala dinner di Pendopo Agung tersebut merupakan pembuka dari serangkaian acara Undian Tabungan Simpeda Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026. Puncak acara pengundian sendiri digelar di Ballroom Utama Hotel Alila Surakarta.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (17/4/2026), dengan seminar nasional bertajuk “Memperkuat Peran BPD sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah melalui Inovasi Pembiayaan Pinjaman Daerah” yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Sunan, Surakarta. Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan konkret untuk memperkuat kontribusi perbankan daerah dalam pembangunan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar