PARADAPOS.COM - Seorang pensiunan guru tewas setelah diduga ditikam oleh menantunya sendiri di halaman rumahnya di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, pada Minggu (19/4/2026). Peristiwa tragis ini berawal dari upaya pelaku untuk merujuk dengan istrinya, yang berujung pada cekcok dan aksi pembunuhan. Pelaku, yang telah menyerahkan diri, kini ditahan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kronologi Aksi Kekerasan
Korban, Supriyani (62), ditemukan oleh warga dalam kondisi kritis dengan luka tikaman di bagian kepala belakang dan leher. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa perempuan paruh baya itu tak tertolong. Suasana mencekam langsung menyelimuti permukiman warga usai penemuan jenazah yang bersimbah darah itu.
Berdasarkan informasi yang berkembang, pelaku bernama Mukti (32) datang ke rumah mertuanya itu dengan maksud meminta rujuk. Ia diketahui telah berpisah rumah dengan istrinya, anak kandung korban, selama empat bulan terakhir dan tengah dalam proses perceraian. Pertemuan yang seharusnya mendamaikan justru berubah menjadi pertengkaran sengit.
Saksi Ungkap Detik-Detik Mengerikan
Salah seorang saksi mata, Siti Khodijah, menggambarkan momen panik yang dialaminya. Ia mendengar teriakan minta tolong yang memecah kesunyian sore itu.
"Aku dengar suara orang berteriak tolong lalu aku samperin. Sampai di lokasi aku lihat pelaku lemparin golok lalu pergi, korbannya sudah basah tergeletak. Pelaku ini menantunya, korban mertuanya," ungkapnya, Minggu (19/4/2026).
Upaya korban yang berusaha melerai pertengkaran antara anak dan menantunya malah berbalik menjadi bencana. Emosi pelaku yang sudah memuncak diduga mendorongnya mengambil golok dan menghujamkannya kepada sang mertua.
Pelaku Menyerah, Proses Hukum Berjalan
Setelah melarikan diri dari TKP, Mukti akhirnya memilih menyerahkan diri ke Polsek Jati Agung. Tim polisi yang bergerak cepat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Barang bukti berupa sebuah golok dan ponsel milik pelaku berhasil diamankan untuk mendukung penyelidikan.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami motif pasti di balik tindakan ekstrem tersebut, termasuk menelusuri dinamika rumah tangga pelaku yang disebut-sebut menjadi pemicu. Sementara, keluarga korban harus berhadapan dengan duka yang mendalam.
Korban Dimakamkan dalam Duka
Jenazah Supriyani yang merupakan mantan pengajar di sebuah SMA itu telah dimakamkan di TPU Desa Fajar Baru pada siang hari yang sama. Prosesi pemakaman berlangsung haru, diiringi isak tangis sanak keluarga yang tak menyangka kepergiannya terjadi dalam cara yang begitu mengerikan. Peristiwa ini menjadi catatan kelam tentang bagaimana konflik keluarga dapat bereskalasi menjadi tragedi yang merenggut nyawa.
Artikel Terkait
Soekarno-Hatta Siap Layani 35.285 Calon Haji 2026 di Terminal 2F
DPRD Cirebon Pertahankan Perjalanan Dinas, Fokus pada Kualitas di Tengah Efisiensi Anggaran
HNW: Pancasila Kunci Ketahanan Bangsa Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pelaku Usaha Waspadai Tekanan Biaya