Menteri Dalam Negeri Pakistan Tiba di Teheran Bawa Proposal Baru untuk Mediasi Iran-AS

- Minggu, 07 Juni 2026 | 03:50 WIB
Menteri Dalam Negeri Pakistan Tiba di Teheran Bawa Proposal Baru untuk Mediasi Iran-AS
PARADAPOS.COM - Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, tiba di Teheran pada Sabtu untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi Iran. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mediasi yang tengah dijalankan Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat, di tengah kebuntuan negosiasi yang masih berlangsung. Naqvi dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, serta sejumlah pejabat lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Membawa “Proposal Baru” untuk Memecah Kebuntuan

Menurut sumber-sumber Pakistan yang dikutip oleh Anadolu, fokus utama kunjungan Naqvi adalah menyampaikan “proposal baru” yang dirancang untuk mencairkan kebuntuan diplomatik antara Teheran dan Washington. Proposal ini dikabarkan bertujuan untuk memfasilitasi kesepahaman sementara di antara kedua negara yang telah lama berseteru. “Naqvi diperkirakan akan menyampaikan proposal yang bertujuan untuk memecah kebuntuan saat ini dalam perundingan dan memfasilitasi pemahaman sementara antara Iran dan Amerika Serikat,” ungkap salah satu sumber kepada Anadolu.

Mediasi Pakistan yang Sempat Menemui Titik Terang

Pakistan telah memainkan peran sebagai mediator antara Iran dan AS sejak konflik terbaru meletus pada 28 Februari lalu, yang dipicu oleh agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pada 8 April, mediasi Pakistan berhasil mencapai gencatan senjata sementara. Namun, proses negosiasi kemudian kembali menemui jalan buntu akibat perbedaan pandangan dalam implementasi kesepakatan serta perkembangan regional yang terjadi setelahnya. Di sela-sela kunjungannya, Naqvi diharapkan dapat menggali kembali celah diplomatik yang mungkin masih terbuka, sembari menekankan pentingnya stabilitas kawasan. Suasana di Teheran sendiri tampak tenang, namun denyut politik di balik pintu tertutup terasa semakin intensif seiring dengan upaya Pakistan untuk menjembatani komunikasi kedua negara.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar