Banjir Landa Empat Desa di Buol, Ratusan Rumah Terendam dan Jembatan Putus

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:50 WIB
Banjir Landa Empat Desa di Buol, Ratusan Rumah Terendam dan Jembatan Putus
PARADAPOS.COM - Banjir merendam empat desa di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 5 Juni 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, melaporkan bahwa air sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga serta fasilitas umum. Peristiwa ini berdampak pada Desa Mulat, Desa Mopu, Desa Bungkudu, dan Desa Potangoan, dengan total lebih dari 200 kepala keluarga terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, dan warga tidak ada yang mengungsi.

Lokasi Terdampak dan Data Kerusakan

Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan petugas di lapangan, Desa Mulat menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Sebanyak 53 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 193 jiwa harus berhadapan dengan genangan air yang merendam 45 rumah warga dan Masjid Al-Haq. Di Desa Mopu, banjir berdampak pada 25 KK atau 60 jiwa. Sebanyak 12 rumah warga tercatat terendam air. Sementara itu, kondisi paling parah terjadi di Desa Bungkudu. Data mencatat 130 KK atau 455 jiwa terdampak, dengan 91 rumah warga yang terendam banjir. Untuk Desa Potangoan, Asbudianto mengungkapkan bahwa proses pendataan masih terus berlangsung. Petugas masih berada di lokasi untuk menghimpun data lengkap mengenai jumlah warga dan rumah yang terdampak.

Infrastruktur Rusak dan Kebutuhan Mendesak

Derasnya arus air tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur vital. Jembatan penghubung antar desa terputus, sementara tanggul sungai jebol akibat tidak mampu menahan volume air yang tinggi. “Banjir terjadi pada Jumat (5 Juni) dipicu hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap hingga merendam ratusan rumah warga serta fasilitas umum di beberapa desa,” jelas Asbudianto. Menurutnya, kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat di keempat desa tersebut meliputi bantuan logistik penanggulangan bencana, pembangunan kembali tanggul sungai, serta pembuatan saluran pembuangan air. Khusus di Desa Bungkudu, warga sangat membutuhkan pembangunan jembatan darurat untuk memulihkan akses yang terputus.

Penanganan dan Kondisi Terkini

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama BPBD Provinsi Sulteng telah tiba di lokasi sejak hari pertama. Mereka melakukan asesmen, pendataan dampak bencana, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. Asbudianto menyampaikan bahwa kondisi banjir mulai berangsur membaik. Genangan air perlahan surut, meskipun di beberapa rumah warga masih terdapat sisa air. Masyarakat pun mulai turun tangan melakukan pembersihan rumah pasca-banjir. “Kami bersama BPBD Kabupaten Buol terus melakukan pemantauan dan penanganan. Tujuannya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Fokus utama kini adalah pemulihan akses dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar