PARADAPOS.COM - Sebuah klaim yang belum terkonfirmasi beredar di media sosial, mengisahkan insiden tegang yang diduga melibatkan Pangkopassus Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi di Istana Kepresidenan. Kabar yang berasal dari sebuah unggahan di platform Threads tersebut menyebutkan, sang jenderal diduga menampar seorang ajudan Presiden Prabowo Subianto usai mendapat teguran keras dari presiden. Hingga saat ini, kebenaran informasi ini belum dapat diverifikasi secara resmi oleh pihak terkait.
Narasi yang Beredar di Media Sosial
Menurut narasi yang viral di Threads pada Minggu (19/4/2026), insiden ini bermula dari pertemuan yang dijadwalkan antara Letjen Djon Afriandi dengan Presiden Prabowo. Djon Afriandi dikabarkan tiba tepat waktu, namun kemudian diminta menunggu di ruang tamu. Penantian yang berlarut-larut, hingga menyisakan waktu pertemuan hanya lima hingga sepuluh menit, konon memicu kemarahan presiden saat beliau melihat sang jenderal masih duduk menunggu.
Unggahan tersebut mendeskripsikan, Presiden Prabowo kemudian menegur Djon Afriandi dengan keras. "Ditegur keraslah sama Prabowo: Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!," terang narasi di Threads itu.
Dugaan Puncak Ketegangan
Setelah pertemuan usai, suasana dikabarkan tidak langsung reda. Narasi di media sosial menggambarkan Letjen Djon Afriandi keluar dengan wajah memerah, diliputi rasa kesal karena merasa dipermainkan oleh perintah menunggu yang diberikan ajudan. Kemarahan itu konon berujung pada aksi fisik.
Menurut klaim yang beredar, Djon Afriandi kemudian mencari ajudan presiden yang bertanggung jawab mengatur protokol. "Begitu ketemu tanpa basa basi langsung digampar sambil bilang, 'kamu anak kecil mainin saya hah!'," ungkap unggahan tersebut. Ajudan yang disebut dengan sebutan "bunted" ini diklaim berasal dari korps yang sama, Kopassus, dan merupakan junior dari Djon Afriandi.
Narasi itu juga menambahkan klaim bahwa kejadian ini hanya diketahui oleh kalangan terbatas. "Kejadian ini tidak banyak yang tahu.. Konon, cuma sampai di ring 1 istana, dan pati elit TNI (jenderal-jenderal)," sambungnya.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Penting untuk ditekankan bahwa seluruh rangkaian peristiwa ini masih berupa kabar yang berseliweran di dunia maya. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi maupun konfirmasi dari pihak Istana Kepresidenan, Markas Besar TNI, maupun dari Letjen Djon Afriandi sendiri untuk membenarkan atau menyangkal klaim tersebut.
Identitas ajudan presiden yang disebut-sebut juga masih samar. Tim redaksi hingga berita ini disusun juga belum berhasil mendapatkan tanggapan langsung dari sumber primer terkait insiden ini, sehingga kebenarannya masih dipertanyakan.
Profil Singkat Letjen TNI Djon Afriandi
Di luar narasi yang belum jelas kebenarannya, Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi adalah seorang perwira tinggi dengan rekam jejak karier yang mapan di kesatuan elit. Sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1995, perjalanannya dimulai dari satuan tempur Grup 1 Kopassus. Pengalaman lapangannya luas, mencakup jabatan penting seperti Komandan Batalyon dan Komandan Grup di Kopassus, serta pernah memimpin Grup A Paspampres yang bertugas mengamankan presiden.
Sebelum dipercaya memimpin Kopassus, ia juga membina calon pemimpin TNI sebagai Komandan Resimen Taruna Akmil. Djon Afriandi dilantik menjadi Danjen Kopassus pada Maret 2024, dan kemudian bertransisi menjadi Pangkopassus dengan pangkat Letnan Jenderal pada tahun 2025.
Artikel Terkait
DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Usai Perjuangan 22 Tahun
Pengamat Soroti Logo Babi di Acara Maulid sebagai Intrik Politik
Kebijakan BBM-LPG Nonsubsidi Bahlil Dikritik Berpotensi Gerus Kepercayaan ke Pemerintahan Prabowo
Jokowi Tanggapi Klaim JK dengan Sikap Saya Orang Kampung