70 Unit Hunian Tetap Korban Bencana Tapanuli Utara Ditargetkan Rampung Mei 2026

- Senin, 20 April 2026 | 15:50 WIB
70 Unit Hunian Tetap Korban Bencana Tapanuli Utara Ditargetkan Rampung Mei 2026

PARADAPOS.COM - Pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Tapanuli Utara memasuki fase akhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan 70 unit pertama dari total 103 rumah di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ditargetkan rampung seratus persen dan siap huni pada Mei 2026. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu pada November tahun lalu.

Target Penyelesaian dan Kondisi Terkini

Dari total rencana, sebanyak 70 unit hunian pada tahap awal kini dalam pengerjaan akhir. Sementara itu, pembangunan untuk 33 unit berikutnya pada tahap kedua telah dimulai. Progres ini menunjukkan percepatan yang signifikan dari timeline yang direncanakan.

Kepala BNPB Suharyanto, melalui keterangan video pada Senin (20/4/2026), mengonfirmasi perkembangan tersebut. "Sudah ada calon penghuninya. Ini yang tahap awal ada 70 (unit), insyaallah di bulan Mei 2026 sudah jadi 100 persen dan bisa segera bisa ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua," jelasnya.

Spesifikasi Hunian dan Kolaborasi Pembangunan

Hunian tetap ini dibangun melalui kolaborasi antara BNPB dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Setiap unit dirancang dengan standar layak, mencakup dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta dapur yang terintegrasi dengan area cuci. Aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam perencanaan.

Lokasi huntap sengaja dipilih di area yang aman dari ancaman banjir dan longsor berulang. Dari sisi konstruksi, rumah-rumah ini didesain tahan gempa dengan material utama bata merah dan fondasi batu kali yang telah diperkuat dengan tulangan besi, memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi calon penghuni.

Komitmen Pemulihan Pascabencana

Percepatan pembangunan ini menandai fase transisi penting dari tanggap darurat menuju pemulihan berkelanjutan. Pemerintah menekankan bahwa hunian tetap adalah langkah krusial untuk mengembalikan stabilitas hidup para penyintas.

Suharyanto menegaskan komitmen tersebut. "Ini adalah wujud bahwa penanganan bencana Sumatra tentu terus bergerak maju ke depan. Seluruh daerah, khususnya Tapanuli Utara, sekarang masuk tahap proses transisi menuju pemulihan, jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak tertangani," imbuhnya.

Dukungan Sementara dan Target Relokasi

Saat menunggu hunian tetap selesai, warga terdampak masih tinggal di rumah kerabat dengan menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per keluarga setiap bulannya. Bantuan ini menjadi penopang sementara kebutuhan dasar mereka.

BNPB menargetkan seluruh proses relokasi dapat tuntas pada Juni 2026. Target ini dibuat agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih dan tidak lagi bergantung pada bantuan sementara.

Mengakhiri penjelasannya, Suharyanto menyampaikan harapan. "Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi," tutupnya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar