PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras isu yang beredar di media sosial mengenai kondisi kas negara yang disebut hanya tersisa Rp120 triliun. Dalam sebuah media briefing di Jakarta, Jumat (24/4), ia menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini dalam kondisi sangat sehat dan mampu membiayai program prioritas pemerintah serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Purbaya merinci bahwa pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang belum digunakan, di luar dana Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan.
Bantahan Terhadap Isu Kas Negara Rp120 Triliun
Isu mengenai menipisnya kas negara menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Menanggapi hal ini, Purbaya dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Suasana di ruang briefing tampak serius saat ia meluruskan persepsi publik yang keliru.
"Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun yang banyak disebut-sebut itu sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disimpan di Bank Indonesia. Bukan total keseluruhan kas negara yang tersedia.
Rincian Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang Melimpah
Purbaya kemudian memaparkan secara rinci komposisi SAL yang dimiliki pemerintah. Ia menekankan bahwa kondisi fiskal negara justru sangat berlimpah, bukan sebaliknya.
"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak," terangnya.
Menurut data yang disampaikan, pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp420 triliun yang belum tersentuh sama sekali. Jumlah ini belum termasuk dana lain yang ditempatkan di perbankan.
Dana di Perbankan untuk Likuiditas
Selain disimpan di Bank Indonesia, pemerintah juga menempatkan dana sebesar Rp300 triliun di perbankan dalam bentuk deposito. Langkah ini dinilai strategis karena dana tersebut dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.
"Yang Rp300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter," jelas Purbaya.
Ia menambahkan, penyimpanan dana di perbankan juga menjadi bagian dari upaya mendorong perekonomian. Bunga dari simpanan tersebut, lanjutnya, dapat digunakan kembali untuk membiayai berbagai program pemerintah.
Apresiasi dari Investor Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan bahwa langkah pemerintah menjaga APBN tetap sehat dan kredibel mendapat sambutan positif dari investor global. Ia menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Amerika Serikat pekan lalu.
"Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi," pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa kepercayaan lembaga keuangan internasional terhadap pengelolaan fiskal Indonesia tetap terjaga. Purbaya optimistis APBN mampu menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dan penyedia bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ketua MPR Soroti Produksi Susu Nasional Baru Capai 25 Persen Kebutuhan, Wonosobo Disiapkan Jadi Sentra Baru
Sekretaris Kabinet Tinjau Langsung Pembangunan Huntara Warga Bantaran Rel Pasar Senen
Sekjen PBB Berduka Atas Gugurnya Praka Rico, Prajurit TNI Keempat dalam Misi UNIFIL di Lebanon
Satgas PRR Salurkan Bantuan Rp655 Miliar untuk Perbaikan 31.007 Rumah Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar