Wamen PKP Tinjau Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya, Targetkan 1.200 Unit Rumah dan Kawasan Wisata Kuliner

- Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB
Wamen PKP Tinjau Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya, Targetkan 1.200 Unit Rumah dan Kawasan Wisata Kuliner
PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Rohkmin Dahuri, meninjau langsung lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (MP) di Desa Mata Ie, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu (25/4) sore. Kunjungan ini menyoroti potensi kawasan pesisir yang dinilai memiliki prospek besar, tidak hanya sebagai hunian nelayan tetapi juga sebagai destinasi wisata dan pusat kuliner. Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat realisasi proyek yang telah dialokasikan anggaran untuk 1.200 unit rumah ini, dengan lahan seluas 9,9 hektare yang sudah siap.

Potensi Wisata dan Kuliner di Kawasan Nelayan

Setelah meninjau area tersebut, Fahri Hamzah mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi geografis setempat. Menurutnya, pantai yang sangat bagus dan lingkungan yang cukup mewah membuat kawasan ini layak untuk diangkat menjadi objek wisata. Ia membayangkan adanya integrasi antara permukiman nelayan, destinasi wisata, dan sentra kuliner. “Nanti bisa kita gabung sekaligus, artinya desa, kota wisata dan nelayan juga kota kuliner. Yang kedua, soal perumahan itu relatif gampang karena itu dalam kewenangan kami. Insya Allah nanti kita hitung, apalagi kalau angka yang dihitung sebenarnya itu tidak terlalu besar,” kata Fahri Hamzah.

Kolaborasi Lintas Kementerian dan Komitmen Pusat

Fahri menjelaskan bahwa pembangunan kampung nelayan ini tidak bisa berdiri sendiri. Rencananya, proyek ini akan melibatkan sejumlah kementerian lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang bertanggung jawab atas akses jalan menuju lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius menangani infrastruktur pendukung secara menyeluruh. “Presiden merancang sekitar 1.200 yang sudah ada anggarannya, saya berharap Gampong Mata Ie bisa menjadi salah satu yang tercepat, karena lahannya sudah tersedia,” ujarnya. Ia pun berjanji akan terus memperjuangkan realisasi pembangunan di Aceh Jaya tersebut. Dengan nada tegas, Fahri menambahkan, “Saya kira mari kita bekerja, Pak Bupati dengan kepemimpinan disini, kami di pusat, Insya Allah siap membantu. Di eksekutif, kami siap membantu, di legislatif siap membantu. Pokoknya mimpi dari masyarakat Aceh adalah mimpi dari kita semua, dan kita wujudkan.”

Dukungan Legislatif dan Harapan Daerah

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Rohkmin Dahuri, menilai kehadiran Wakil Menteri PKP ke Aceh Jaya sebagai bukti keseriusan pemerintah pusat. Ia menyoroti pernyataan spontan Fahri soal anggaran Rp18 miliar yang dianggap kecil untuk sektor perumahan. “Pernyataan spontan dari Wakil Menteri kalau Rp18 miliar kecil sekali dalam pembangunan perumahan, saya kira itulah asbabun nuzul dan asbabul wurud. Pak Wamen bisa ke sini dan kami bisa ke sini semata-mata hanya untuk membantu para nelayan,” katanya. Sebagai informasi, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Jaya diperkirakan mencapai lebih dari Rp49 miliar. Proyek ini direncanakan berdiri di atas lahan seluas 9,9 hektare.

Apresiasi Bupati Aceh Jaya

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prof. Rohkmin Dahuri yang dinilai telah berperan besar dalam mendorong realisasi proyek ini. Ia juga berterima kasih kepada Fahri Hamzah yang bersedia hadir langsung ke daerahnya. “Kita berharap kegiatan ini dapat terwujudkan, apalagi ini menjadi mimpi besar bagi nelayan di Gampong Mata Ie ini dan juga khususnya masyarakat Aceh Jaya,” demikian Safwandi.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar