Polisi Bubarkan Tawuran di Perbatasan Bogor-Depok, Tujuh Pemuda Diamankan Beserta Senjata Tajam

- Sabtu, 25 April 2026 | 04:25 WIB
Polisi Bubarkan Tawuran di Perbatasan Bogor-Depok, Tujuh Pemuda Diamankan Beserta Senjata Tajam
PARADAPOS.COM - Tawuran antara dua kelompok pemuda pecah di sekitar Pasar Cikema, tepatnya di Jalan Raya Bogor yang menjadi batas antara Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Peristiwa yang terjadi pada dini hari itu berhasil dibubarkan oleh aparat kepolisian, yang kemudian mengamankan tujuh orang pemuda serta sejumlah senjata tajam dari lokasi kejadian. Para pelaku dan barang bukti kini telah diserahkan ke Polres Metro Depok mengingat lokasi tawuran berada di bawah yurisdiksi wilayah hukum Kota Depok.

Pembubaran dan Pengamanan di Lokasi

Petugas dari Satuan Samapta Polres Bogor tiba di lokasi setelah menerima laporan adanya keributan. Saat tiba, mereka langsung membubarkan massa yang terlibat bentrokan. Usai situasi kondusif, aparat melakukan penyisiran dan menemukan beberapa bilah senjata tajam yang diduga digunakan para pemuda tersebut. "Pembubaran tawuran perbatasan Bogor-Depok, barang bukti sajam (senjata tajam)," ujar Kasat Samapta Polres Bogor AKP Yogi Nugraha kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

Puluhan Pemuda Diamankan

Proses pengamanan berlangsung cepat. Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, total ada tujuh orang yang terjaring dalam operasi tersebut. Mereka langsung digelandang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Untuk orangnya ada tujuh (yang diamankan)," jelasnya.

Penyerahan ke Polres Metro Depok

Meskipun personel Polres Bogor yang turun tangan, kewenangan penanganan kasus ini akhirnya dilimpahkan. Hal itu dikarenakan titik lokasi tawuran secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kota Depok. "Karena lokasi tawuran di Depok, dibawa sama Polres Depok (pelakunya)," pungkasnya. Petugas kemudian menyerahkan ketujuh pemuda beserta barang bukti senjata tajam kepada jajaran Polres Metro Depok untuk proses hukum lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik tawuran tersebut.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar