Warga Setuju Palang Besi Dipasang di Perlintasan Liar Bekasi, Tolak Penutupan Total Akses

- Rabu, 29 April 2026 | 20:25 WIB
Warga Setuju Palang Besi Dipasang di Perlintasan Liar Bekasi, Tolak Penutupan Total Akses
PARADAPOS.COM - Warga di sekitar Jalan Ampera, Kota Bekasi, menyatakan setuju dengan pemasangan palang besi di perlintasan sebidang liar yang menjadi lokasi kecelakaan kereta. Meski demikian, mereka menolak jika perlintasan tersebut ditutup secara permanen. Permintaan ini muncul sebagai respons atas insiden yang terjadi baru-baru ini, di mana warga mengutamakan keselamatan tanpa kehilangan akses jalan yang telah digunakan sejak lama.

Kesepakatan Warga demi Keselamatan

Suasana di sekitar perlintasan terlihat lebih tenang sejak palang besi dipasang. Yati (63), seorang warga yang ditemui di lokasi pada Rabu (29/4/2026), mengungkapkan persetujuannya. “Iya, jadi lebih aman. Asal jangan ditutup total ya, ditutup total kasihan. Kalau udah diberesin nggak ada celaka lagi. Udah, hanya minta yang biar aman. Iya biar aman,” ujarnya. Menurut Yati, kehadiran palang besi memberikan rasa aman yang sebelumnya kurang terasa. Namun, ia menekankan bahwa penutupan total akan menyulitkan warga yang setiap hari melintas. Ia berharap solusi yang diambil tetap mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat setempat.

Sejarah Panjang Perlintasan Liar

Perlintasan sebidang di Jalan Ampera ini ternyata sudah ada sejak masa kecil Yati. Ia menuturkan, lokasi tersebut sudah digunakan jauh sebelum jalan baru dibangun. “Iya, sudah ada. Sebelum ada jalan baru,” jelasnya. Keberadaan perlintasan ini juga menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga. Mereka mengatur lalu lintas secara bergantian untuk mendapatkan rezeki. Yati menambahkan, “Wah banyak (di sini). Kan 2 jam, 2 jam. Ngatur-ngatur, ampe jam 5. Jam 5 ganti lagi sampe jam 7. Jam 7 ganti lagi, bergantian terus.”

Harapan Warga ke Depan

Warga berharap agar pemasangan palang besi ini menjadi solusi jangka panjang yang tidak menghilangkan akses mereka. Mereka sadar akan risiko kecelakaan, tetapi juga tidak ingin kehilangan jalur yang telah menjadi bagian dari keseharian. Dengan adanya palang, setidaknya ada pengaman tambahan tanpa harus menutup total akses yang sudah ada. Di lapangan, terlihat beberapa warga masih beraktivitas di sekitar perlintasan. Mereka tampak waspada namun tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Suasana ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan keselamatan dan kelangsungan hidup yang harus dijaga.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar