Pemerintah Mulai Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu di IKN

- Minggu, 14 Juni 2026 | 13:00 WIB
Pemerintah Mulai Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu di IKN
PARADAPOS.COM - Pemerintah resmi memulai pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, sebuah program sekolah unggulan nonasrama yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan standar terpadu. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa salah satu sekolah tersebut akan didirikan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya, sebanyak 100 sekolah akan dibangun secara bertahap, dengan 36 usulan sekolah telah terseleksi dan konstruksi dimulai pada tahun 2026.

Lima Sekolah Tahap Awal Manfaatkan Gedung UPT

Pada tahap perdana, pemerintah membuka lima sekolah dengan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen yang sudah ada di berbagai daerah. Langkah ini dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan gedung baru dari nol untuk sementara waktu. “Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah merencanakan akan membangun 100 sekolah nasional terintegrasi,” kata Mu'ti, Minggu (14/6/2026). Ia menambahkan bahwa saat ini sudah ada 36 usulan sekolah yang terseleksi, dan akan dimulai pembangunannya pada tahun 2026 ini.

Satu Sekolah Khusus di IKN, Sembilan Lainnya Dibangun Baru

Dari total sekolah yang direncanakan, satu unit khusus akan dibangun di Ibu Kota Nusantara. Sementara itu, sembilan sekolah lainnya akan dibangun baru di daerah-daerah yang telah ditetapkan. Proses seleksi lokasi dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kesiapan infrastruktur setempat. "Satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan sekolah lainnya akan dibangun baru di daerah yang telah ditetapkan,” pungkasnya. Di lapangan, sejumlah tim teknis sudah mulai melakukan survei lokasi untuk memastikan lahan dan aksesibilitas memadai. Program ini menjadi salah satu prioritas di sektor pendidikan menengah, dengan harapan dapat menjadi model sekolah unggulan yang terintegrasi secara nasional.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler