PARADAPOS.COM - Sebuah video berdurasi satu menit yang memperlihatkan seorang anak laki-laki memakan dedaunan di kebun belakang rumahnya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, viral di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan publik. Anak tersebut diketahui bernama Muhammad Rizki, 11 tahun, warga Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah. Bocah yang akrab disapa Kiki ini merupakan penyandang disabilitas intelektual dan tunawicara, serta memiliki kebiasaan memakan rumput sejak usia 4 tahun. Pemerintah daerah setempat, melalui Bupati Jeje Ritchie Ismail, telah menginstruksikan pendampingan intensif dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kepala Desa, serta menjamin akses pendidikan bagi Kiki di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kronologi dan Kondisi Anak
Video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial itu memperlihatkan Kiki tengah duduk di sebuah kebun, dengan tangan memegang dedaunan hijau yang kemudian ia kunyah. Lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Rekaman tersebut sontak menyita perhatian warganet, yang mayoritas menyuarakan empati dan keprihatinan.
Kiki saat ini tinggal bersama ayahnya, Asep Setiawan, dan sang nenek. Menurut pengakuan sang ayah, kebiasaan memakan rumput ini sudah dilakukan Kiki sejak ia masih balita, tepatnya saat berusia empat tahun. Selain itu, terungkap bahwa Kiki memiliki keterbatasan dalam berbicara dan kondisi intelektual yang berbeda dari anak seusianya.
Respons dan Upaya Penanganan
Asep Setiawan mengaku sempat melarang kebiasaan anaknya tersebut. Namun, larangan itu tidak membuahkan hasil. "Saya sudah melarang, tapi dia malah marah," ujarnya, menggambarkan situasi yang dihadapinya sehari-hari.
Merespons viralnya kejadian ini, Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, bergerak cepat. Ia menegaskan telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran terkait.
"Kami instruksikan langsung kepada Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Kepala Desa untuk melakukan pendampingan serta penanganan intensif," ungkap Jeje di Bandung Barat, Kamis, 30 April 2026.
Tak hanya soal penanganan medis dan psikososial, Jeje juga menjamin keberlangsungan pendidikan Kiki. Ia berkomitmen memfasilitasi agar Muhammad Rizki dapat menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sesuai dengan kebutuhannya.
Lebih dari itu, Bupati Jeje menyoroti pola penanganan kasus serupa yang kerap baru mendapat perhatian setelah viral. Ia meminta aparat kewilayahan hingga organisasi perangkat daerah untuk lebih proaktif. "Kasus seperti ini tidak boleh lagi ditangani hanya setelah ramai di media sosial," tegasnya, menekankan perlunya identifikasi dini terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus di wilayah masing-masing.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Israel Cegat Armada Bantuan Kemanusiaan Menuju Gaza di Perairan Internasional, Aktivis Kecam Pelanggaran Hukum Laut
Empat Tentara Didakwa di Pengadilan Militer atas Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
GT World Challenge Asia 2026 Siap Digelar di Mandalika, 22 Mobil GT3 dan Deret Pembalap Dunia Bertarung
TNI Bantah Keras Kabar Serangan KKB ke Koramil Dekai yang Tewaskan Prajurit, Sebut Itu Hoaks