Karyawati Kompas TV Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Keluarga Kenang Sosok Tegas nan Penuh Kasih

- Kamis, 30 April 2026 | 06:00 WIB
Karyawati Kompas TV Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Keluarga Kenang Sosok Tegas nan Penuh Kasih
PARADAPOS.COM - Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), karyawati Kompas TV yang meninggal dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam, dikenang keluarganya sebagai pribadi yang tegas namun penuh kasih. Ayahnya, Hary Marwata, mengungkapkan bahwa Ain—panggilan akrabnya—sering menegur adik-adiknya jika berbuat salah, tetapi di balik sikap itu tersimpan rasa sayang yang besar. Peristiwa tragis ini dikonfirmasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Selasa (28/4/2026).

Sosok Tegas di Balik Kasih Sayang

Di rumah sederhana di Bekasi, Hary masih terbata-bata saat mengenang putri sulungnya. Menurutnya, Ain bukan hanya anak yang disiplin, tetapi juga mandiri. Ia tidak pernah ingin merepotkan siapa pun, termasuk orangtuanya sendiri. “Dia anak yang tidak pernah merepotkan. Kalau berangkat kerja pagi, dia tidak pernah membangunkan orangtua, tahu-tahu sudah berangkat. Sorenya pamit berangkat lagi jam 15.00 WIB,” ujar Hary saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/4/2026). Rutinitas itu, yang dulu terasa biasa, kini menjadi kenangan yang begitu berarti. Hary menambahkan bahwa Ain adalah anak yang jarang mengeluh dan selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kepedulian pada Sesama dan Hewan

Tak hanya tegas dan mandiri, Ain juga dikenal memiliki hati yang lembut. Ia rutin memberi makan kucing, baik yang dipelihara di rumah maupun kucing-kucing liar di sekitar kantornya. “Bukan cuma kucing-kucing di rumah yang ada tiga ekor, tapi kucing-kucing di kantornya pun sering dia beri makan,” kata Hary. Kebiasaan kecil ini menunjukkan sisi lain dari sosok Ain yang jarang terlihat di permukaan. Di tengah tuntutan pekerjaannya sebagai news production support di Kompas TV, ia masih menyempatkan diri untuk peduli pada makhluk lain.

Rencana Liburan yang Tak Kesampaian

Di sela kesibukannya, Ain sempat merencanakan waktu untuk beristirahat. Ia berencana mengambil cuti pada Juli mendatang untuk berlibur bersama keluarga ke Malang. “Dia sebenarnya mau ambil cuti untuk liburan dan jalan-jalan bersama adik dan sepupunya ke Malang. Rencananya bulan Juli nanti, tapi ternyata tidak kesampaian,” ungkap Hary. Bahkan, koper untuk perjalanan itu telah disiapkan lebih awal. Kini, koper tersebut hanya menjadi saksi bisu dari mimpi yang tak sempat terwujud.

Kepergian yang Meninggalkan Ruang Kosong

Kepergian Ain bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga ruang kosong yang sulit terisi. Keluarga yang selama ini menunggu kehadirannya sepulang kerja, kini hanya bisa merindukan langkah kakinya di malam hari. Executive Vice President of Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudyo, membenarkan kabar tersebut pada Selasa (28/4/2026). Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba juga mengonfirmasi bahwa Ain menjadi salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta di area Stasiun Bekasi Timur malam itu. Di sudut rumah, Hary masih terdiam. Kenangan tentang Ain—anak yang tegas, mandiri, dan penuh cinta—akan terus hidup dalam ingatan keluarga yang ditinggalkannya.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar