PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah pada Senin, 15 Juni 2026. Sejumlah daerah, terutama di kawasan pegunungan, pantura, dan bagian tengah provinsi, diperkirakan akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Peringatan ini disertai imbauan waspada terhadap potensi banjir rob di pesisir utara yang dipicu oleh fenomena pasang air laut.
Potensi Hujan di Wilayah Lereng dan Pegunungan
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Agus Triyono, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ini perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dan dekat daerah aliran sungai. Menurutnya, hujan diperkirakan mulai mengguyur sejak Senin pagi.
“Waspadai hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Senin pagi, 15 Juni, terutama bagi warga berada di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai,” ungkapnya pada Minggu, 14 Juni 2026.
Agus merinci, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Sragen, Brebes, Tegal, Bumiayu, dan Majenang. Sementara itu, sebagian besar daerah lain di Jawa Tengah diprakirakan hanya diguyur hujan ringan, dan beberapa wilayah lainnya akan berawan.
Dari segi kondisi atmosfer, ia menambahkan bahwa angin bertiup dari arah timur laut ke barat dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 20 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 14 hingga 30 derajat Celcius, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni antara 75 hingga 95 persen.
Waspada Rob di Pantura Jateng
Selain hujan, ancaman lain yang perlu diantisipasi adalah fenomena air laut pasang, atau yang akrab disebut rob. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menjelaskan bahwa rob diperkirakan terjadi di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Ketinggian air laut diprakirakan mencapai maksimum satu meter.
“Waspada dan tetap siaga bagi warga di sejumlah daerah Pantura,” ujar Retna.
Ia menekankan bahwa wilayah pesisir yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Kondisi ini diperparah dengan prediksi hujan yang tetap akan turun di kawasan pantura, sehingga potensi genangan air semakin besar.
Retna juga memperingatkan dampak luas dari banjir rob ini. Ia menjelaskan, genangan air laut tidak hanya merendam puluhan desa di kawasan pesisir, tetapi juga berpotensi mengganggu berbagai aktivitas warga.
“Banjir akibat rob ini, selain mengakibatkan puluhan desa di kawasan pesisir terendam banjir, juga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam,” jelasnya.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemuda Garut Jadi Korban Penipuan Lowongan ABK Cumi di Muara Angke, Berakhir Damai
Ribuan Peserta Ikuti Ujian Online Beasiswa OSC 2026, Hasil Ditentukan Skor Tertinggi dan Waktu Tercepat
Transformasi Digital di Pelabuhan Tanjung Priok Pangkas Waktu Tunggu Truk Hingga Kurang dari Satu Menit
Truk Oleng Tabrak Minibus dan Motor di Bangkalan, Satu Tewas dan Tiga Anak TK Luka-Luka