PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatra Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin, 15 Juni 2026. Prakirawan BBMKG Wilayah I, Defri Mandoza, menyampaikan bahwa suhu udara di kawasan tersebut berkisar antara 15 hingga 34 derajat Celcius. Peringatan dini juga dikeluarkan terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Prakiraan Cuaca per Wilayah dan Waktu
Pada pagi hari, kondisi cuaca secara umum diperkirakan berawan. Namun, potensi hujan ringan tetap mengintai sejumlah daerah. Defri Mandoza, dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu, 14 Juni 2026, merinci wilayah-wilayah yang perlu waspada.
“Cuaca di Sumatra Utara pada Senin, 15 Juni, berawan, namun berpotensi terjadi hujan ringan di Labuhanbatu Selatan, Kepulauan Nias, Tapanuli Tengah dan sekitarnya,” ujarnya.
Memasuki siang hari, intensitas hujan diprediksi meningkat. Hujan ringan hingga sedang berpotensi melanda Asahan, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan wilayah sekitarnya.
Situasi serupa diperkirakan masih berlangsung hingga malam hari. Beberapa daerah seperti Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Asahan, Mandailing Natal, Simalungun, dan Tapanuli Selatan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Memasuki dini hari, hujan ringan diprakirakan turun di Asahan, Humbang Hasundutan, Sibolga, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Nias, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. “Pada dini hari berpotensi hujan ringan di wilayah-wilayah tersebut,” jelas Defri Mandoza.
Faktor Dinamika Atmosfer dan Imbauan Keselamatan
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab fenomena ini. Menurutnya, aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta adanya daerah belokan angin di wilayah Sumatra Utara, menjadi pemicu utama pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera turut berkontribusi. Kondisi ini meningkatkan penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer, yang pada akhirnya mendukung pembentukan awan hujan.
Pola angin di wilayah Perairan Sumatra Utara umumnya bergerak dari arah Barat-Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot. Kondisi ini juga memengaruhi tinggi gelombang laut.
Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa titik, seperti Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Kepulauan Batu, Perairan Timur Kepulauan Nias, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
Christen Marpaung secara khusus mengimbau para nelayan dan operator kapal untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kepada nelayan yang menggunakan perahu diimbau waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter,” ungkapnya.
Masyarakat umum diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, mengingat prediksi hujan sedang hingga lebat yang masih mungkin terjadi.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Ribuan Peserta Ikuti Ujian Online Beasiswa OSC 2026, Hasil Ditentukan Skor Tertinggi dan Waktu Tercepat
Transformasi Digital di Pelabuhan Tanjung Priok Pangkas Waktu Tunggu Truk Hingga Kurang dari Satu Menit
Truk Oleng Tabrak Minibus dan Motor di Bangkalan, Satu Tewas dan Tiga Anak TK Luka-Luka
BMKG Peringatkan Hujan Sedang dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah