PARADAPOS.COM - Sebuah jembatan yang menghubungkan dua kampung di Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor, ambruk setelah diterjang derasnya arus sungai yang meluap. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (3/5/2026) malam, setelah sebelumnya jembatan tersebut sudah ditutup karena bagian pondasinya tergerus arus. Tidak hanya jembatan, banjir juga menyebabkan sebuah musala di lokasi yang sama ikut ambruk pada malam yang sama.
Jembatan Ditutup Sejak Minggu Malam
Sebelum ambruk, jembatan penghubung antar kampung ini sebenarnya sudah ditutup sejak Minggu (3/5/2026) malam. Penutupan dilakukan setelah warga dan pihak berwenang menyadari bahwa bagian pondasi jembatan mulai tergerus oleh derasnya arus sungai yang meluap. Langkah antisipasi ini diambil untuk mencegah korban jiwa, mengingat kondisi struktur yang mulai tidak stabil.
Di tengah guyuran hujan yang terus mengguyur kawasan tersebut, arus sungai semakin deras. Air yang meluap dari sungai tidak hanya menggerus pondasi jembatan, tetapi juga merembes ke area sekitar, termasuk ke tempat ibadah yang berada tidak jauh dari lokasi.
Musala Ikut Roboh
Selain merusak jembatan, banjir juga menyebabkan musala yang ada di lokasi tersebut ambruk. Bangunan musala itu roboh pada Minggu (3/5/2026) malam, setelah bagian pondasinya tergerus derasnya arus sungai. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, karena baik jembatan maupun musala sudah dalam kondisi kosong saat kejadian.
Warga setempat mengaku sudah menduga bahwa musala tersebut tidak akan bertahan lama. “Kami sudah lihat retakan di dinding sejak pagi, tapi tidak sempat menyelamatkan apa-apa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Suara gemuruh terdengar saat musala itu runtuh. Beberapa warga yang masih berada di sekitar lokasi langsung berhamburan menjauh. Beruntung, tidak ada aktivitas ibadah atau kegiatan lain di dalam musala saat kejadian berlangsung.
Kondisi Terkini dan Antisipasi
Hingga berita ini diturunkan, arus sungai masih dalam kondisi tinggi. Pihak kelurahan bersama aparat setempat telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat. Mereka juga mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Beberapa warga yang rumahnya berada di bantaran sungai sudah mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka membawa barang-barang berharga seadanya. “Kami takut kalau malam nanti hujan lagi, air bisa naik lebih tinggi,” ungkap seorang warga lainnya.
Pemerintah kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan evakuasi jika diperlukan. Sementara itu, perbaikan jembatan dan musala masih menunggu kondisi cuaca membaik serta koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim atas Dugaan Framing Video Ceramah Jusuf Kalla
Polisi Sidoarjo Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Rumah Berpapan ‘Dijual’, Kerugian Negara Capai Rp20 Juta per Bulan
Menteri Ekonomi ASEAN Serukan Stabilitas Rantai Pasok Global di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
BNN Manfaatkan Tren Olahraga Padel untuk Kampanye Anti Narkotika